Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/framework/full_page_cache.functions.php on line 133

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/vivvo_lite_site.php on line 115

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/vivvo_lite_site.php on line 328
Radio Smart FM - Fisioterapi Pada Trauma Kapitis (Cedera Kepala)
Home | Program | Smart Fisioterapi | Fisioterapi Pada Trauma Kapitis (Cedera Kepala)

Fisioterapi Pada Trauma Kapitis (Cedera Kepala)

By
Font size: Decrease font Enlarge font

C E D E R A   K E P A L A

 

PENDAHULUAN

            Cedera kepala atau yang disebut dengan trauma kapitis adalah ruda paksa tumpul/tajam pada kepala atau wajah yang berakibat disfungsi cerebral sementara.  Merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama pada kelompok usia produktif, dan sebagian besar karena kecelakaan lalulintas.

            Adapun pembagian trauma kapitis adalah:

  • Simple head injury
  • Commotio cerebri
  • Contusion cerebri
  • Laceratio cerebri
  • Basis cranii fracture

Simple head injury dan Commotio cerebri sekarang digolongkan sebagai cedera kepala ringan.  Sedangkan Contusio cerebri dan Laceratio cerebri digolongkan sebagai cedera kepala berat.

            Pada penderita harus diperhatikan pernafasan, peredaran darah umum dan kesadaran, sehingga tindakan resusitasi, anmnesa dan pemeriksaan fisik umum dan neurologist harus dilakukan secara serentak.  Tingkat keparahan cedera kepala harus segera ditentukan pada saat pasien tiba di Rumah Sakit.

 

MEKANISME DAN PATOLOGI

            Cedera kepala dapat terjadi akibat benturan langsung atau tanpa benturan langsung pada kepala.  Kelainan dapat berupa cedera otak fokal atau difus dengan atau tanpa fraktur tulang tengkorak.

            Cedera fokal dapat menyebabkan memar otak, hematom epidural, subdural dan intraserebral.  Cedera difus dapat mengakibatkan gangguan fungsi saja, yaitu gegar otak atau cedera struktural yang difus.

            Dari tempat benturan, gelombang kejut disebar ke seluruh arah.  Gelombang ini mengubah tekanan jaringan dan bila tekanan cukup besar, akan terjadi kerusakan jaringan otak di tempat benturan yang disebut “coup” atau ditempat yang berseberangan dengan benturan  (contra coup)

 

PATOFISIOLOGI

            Gangguan metabolisme jaringan otak akan mengakibatkan oedem yang dapat menyebabkan herniasi jaringan otak melalui foramen magnum, sehingga jaringan otak tersebut dapat mengalami iskhemi, nekrosis, atau perdarahan dan kemudian meninggal.

            Fungsi otak sangat bergantung pada tersedianya oksigen dan glukosa.  Cedera kepala dapat menyebabkan gangguan suplai oksigen dan glukosa, yang terjadi karena berkurangnya oksigenisasi darah akibat kegagalan fungsi paru atau karena aliran darah ke otak yang menurun, misalnya akibat syok.

            Karena itu, pada cedera kepala harus dijamin bebasnya jalan nafas, gerakan nafas yang adekuat dan hemodinamik tidak terganggu sehingga oksigenisasi cukup.

 

GAMBARAN KLINIS

            Gambaran klinis ditentukan berdasarkan derajat cedera dan lokasinya.  Derajat cedera dapat dinilai menurut tingkat kesadarannya melalui system GCS, yakni metode EMV (Eyes, Verbal, Movement)

1.      Kemampuan membuka kelopak mata (E)

·         Secara spontan                                  4

·         Atas perintah                                     3

·         Rangsangan nyeri                              2

·         Tidak bereaksi                                   1

2.      Kemampuan komunikasi (V)

·         Orientasi baik                                    5

·         Jawaban kacau                                  4

·         Kata-kata tidak berarti                      3

·         Mengerang                                        2

·         Tidak bersuara                                   1

 

 

3.      Kemampuan motorik (M)

·         Kemampuan menurut perintah          6

·         Reaksi setempat                                5

·         Menghindar                                       4

·         Fleksi abnormal                                 3

·         Ekstensi                                             2

·         Tidak bereaksi                                   1

 

PEMBAGIAN CEDERA KEPALA

1.      Simple Head Injury

Diagnosa simple head injury dapat ditegakkan berdasarkan:

·         Ada riwayat trauma kapitis

·         Tidak pingsan

·         Gejala sakit kepala dan pusing

Umumnya tidak memerlukan perawatan khusus, cukup diberi obat simptomatik dan cukup istirahat.

2.      Commotio Cerebri

Commotio cerebri (gegar otak) adalah keadaan pingsan yang berlangsung tidak lebih dari 10 menit akibat trauma kepala, yang tidak disertai kerusakan jaringan otak.  Pasien mungkin mengeluh nyeri kepala, vertigo, mungkin muntah dan tampak pucat.

Vertigo dan muntah mungkin disebabkan gegar pada labirin atau terangsangnya pusat-pusat dalam batang otak.  Pada commotio cerebri mungkin pula terdapat amnesia retrograde, yaitu hilangnya ingatan sepanjang masa yang terbatas sebelum terjadinya kecelakaan.  Amnesia ini timbul akibat terhapusnya rekaman kejadian di lobus temporalis.  Pemeriksaan tambahan yang selalu dibuat adalah foto tengkorak, EEG, pemeriksaan memori.  Terapi simptomatis, perawatan selama 3-5 hari untuk observasi kemungkinan terjadinya komplikasi dan mobilisasi bertahap.

 

 

3.      Contusio Cerebri

Pada contusio cerebri (memar otak) terjadi perdarahan-perdarahan di dalam jaringan otak tanpa adanya robekan jaringanyang kasat mata, meskipun neuron-neuron mengalami kerusakan atau terputus.  Yang penting untuk terjadinya lesi contusion ialah adanya akselerasi kepala yang seketika itu juga menimbulkan pergeseran otak serta pengembangan gaya kompresi yang destruktif.  Akselerasi yang kuat berarti pula hiperekstensi kepala. Oleh karena itu, otak membentang batang otak terlalu kuat, sehingga menimbulkan blockade reversible terhadap lintasan asendens retikularis difus.  Akibat blockade itu, otak tidak mendapat input aferen dan karena itu, kesadaran hilang selama blockade reversible berlangsung.

Timbulnya lesi contusio di daerah “coup” , “contrecoup”, dan “intermediate”menimbulkan gejala deficit neurologik yang bisa berupa refleks babinsky yang positif dan kelumpuhan UMN.  Setelah kesadaran pulih kembali, si penderita biasanya menunjukkan “organic brain syndrome”.

Akibat gaya yang dikembangkan oleh mekanisme-mekanisme yang beroperasi pada trauma kapitis tersebut di atas, autoregulasi pembuluh darah cerebral terganggu, sehingga terjadi vasoparalitis.  Tekanan darah menjadi rendah dan nadi menjadi lambat, atau menjadi cepat dan lemah.  Juga karena pusat vegetatif terlibat, maka rasa mual, muntah dan gangguan pernafasan bisa timbul.

Pemeriksaan penunjang seperti CT-Scan berguna untuk melihat letak lesi dan adanya kemungkinan komplikasi jangka pendek.  Terapi dengan antiserebral oedem, anti perdarahan, simptomatik, neurotropik dan perawatan 7-10 hari.

4.      Laceratio Cerebri

Dikatakan laceratio cerebri jika kerusakan tersebut disertai dengan robekan piamater.  Laceratio biasanya berkaitan dengan adanya perdarahan subaraknoid traumatika, subdural akut dan intercerebral.  Laceratio dapat dibedakan atas laceratio langsung dan tidak langsung.

Laceratio langsung disebabkan oleh luka tembus kepala yang disebabkan oleh benda asing atau penetrasi fragmen fraktur terutama pada fraktur depressed terbuka.  Sedangkan laceratio tidak langsung disebabkan oleh deformitas jaringan yang hebat akibat kekuatan mekanis.

5.      Fracture Basis Cranii

Fractur basis cranii bisa mengenai fossa anterior, fossa media dan fossa posterior.  Gejala yang timbul tergantung pada letak atau fossa mana yang terkena. 

Fraktur pada fossa anterior menimbulkan gejala:

·         Hematom kacamata tanpa disertai subkonjungtival bleeding

·         Epistaksis

·         Rhinorrhoe

Fraktur pada fossa media menimbulkan gejala:

·         Hematom retroaurikuler, Ottorhoe

·         Perdarahan dari telinga

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan X-foto basis kranii.  Komplikasi :

·         Gangguan pendengaran

·         Parese N.VII perifer

·         Meningitis purulenta akibat robeknya duramater

Fraktur basis kranii bisa disertai commotio ataupun contusio, jadi terapinya harus disesuaikan.  Pemberian antibiotik dosis tinggi untuk mencegah infeksi.  Tindakan operatif bila adanya liquorrhoe yang berlangsung lebih dari 6 hari.

 

Adapun pembagian cedera kepala lainnya:

·         Cedera Kepala Ringan (CKR) → termasuk didalamnya Laseratio dan Commotio Cerebri

o   Skor GCS 13-15

o   Tidak ada kehilangan kesadaran, atau jika ada tidak lebih dari 10 menit

o   Pasien mengeluh pusing, sakit kepala

o   Ada muntah, ada amnesia retrogad dan tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologist.

·         Cedera Kepala Sedang (CKS)

o   Skor GCS 9-12

o   Ada pingsan lebih dari 10 menit

o   Ada sakit kepala, muntah, kejang dan amnesia retrogade

o   Pemeriksaan neurologis terdapat lelumpuhan saraf dan anggota gerak.

·         Cedera Kepala Berat (CKB)

o   Skor GCS <8

o   Gejalanya serupa dengan CKS, hanya dalam tingkat yang lebih berat

o   Terjadinya penurunan kesadaran secara progesif

o   Adanya fraktur tulang tengkorak dan jaringan otak yang terlepas.

 

PEMERIKSAAN PENUNJANG

            Yang dapat dilakukan pada pasien dengan trauma kapitis adalah:

1.      CT-Scan

Untuk melihat letak lesi dan adanya kemungkinan komplikasi jangka pendek.

2.      Lumbal Pungsi

Untuk menentukan ada tidaknya darah pada LCS harus dilakukan sebelum 6 jam dari saat terjadinya trauma

3.      EEG

Dapat digunakan untuk mencari lesi

4.      Roentgen foto kepala

Untuk melihat ada tidaknya fraktur pada tulang tengkorak

 

DIAGNOSA

Berdasarkan  :  Ada tidaknya riwayat trauma kapitis

                        Gejala-gejala klinis : Interval lucid, peningkatan TIK, gejala laterlisasi

                        Pemeriksaan penunjang.

 

 

KOMPLIKASI

Jangka pendek :

1.      Hematom Epidural

o   Letak : antara tulang tengkorak dan duramater

o   Etiologi : pecahnya A. Meningea media atau cabang-cabangnya

o   Gejala : setelah terjadi kecelakaan, penderita pingsan atau hanya nyeri kepala sebentar kemudian membaik dengan sendirinya tetapi beberapa jam kemudian timbul gejala-gejala yang memperberat progresif seperti nyeri kepala, pusing, kesadaran menurun, nadi melambat, tekanan darah meninggi, pupil pada sisi perdarahan mula-mula sempit, lalu menjadi lebar, dan akhirnya tidak bereaksi terhadap refleks cahaya.  Ini adalah tanda-tanda bahwa sudah terjadi herniasi tentorial.

o   Akut (minimal 24jam sampai dengan 3x24 jam)

o   Interval lucid

o   Peningkatan TIK

o   Gejala lateralisasi → hemiparese

o   Pada pemeriksaan kepala mungkin pada salah satu sisi kepala didapati hematoma subkutan

o   Pemeriksaan neurologis menunjukkan pada sisi hematom pupil melebar. Pada sisi kontralateral dari hematom, dapat dijumpai tanda-tanda kerusakan traktus piramidalis, misal: hemiparesis, refleks tendon meninggi dan refleks patologik positif.

o   CT-Scan : ada bagian hiperdens yang bikonveks

o   LCS : jernih

o   Penatalaksanaannya yaitu tindakan evakuasi darah (dekompresi) dan pengikatan pembuluh darah.

2.      Hematom subdural

o   Letak : di bawah duramater

o   Etiologi : pecahnya bridging vein, gabungan robekan bridging veins dan laserasi piamater serta arachnoid dari kortex cerebri

 

o   Gejala subakut : mirip epidural hematom, timbul dalam 3 hari pertama

Kronis : 3  minggu atau berbulan-bulan setelah trauma

o   CT-Scan : setelah hari ke 3 diulang 2 minggu kemudian

Ada bagian hipodens yang berbentuk cresent.

Hiperdens yang berbentuk cresent di antara tabula interna dan parenkim otak (bagian dalam mengikuti kontur otak dan bagian luar sesuai lengkung tulang tengkorak)

Isodens → terlihat dari midline yang bergeser

o   Operasi sebaiknya segera dilakukan untuk mengurangi tekanan dalam otak (dekompresi) dengan melakukan evakuasi hematom. Penanganan subdural hematom akut terdiri dari trepanasi-dekompresi.

3.      Perdarahan Intraserebral

Perdarahan dalam cortex cerebri yang berasal dari arteri kortikal, terbanyak pada lobus temporalis.  Perdarahan intraserebral akibat trauma kapitis yang berupa hematom hanya berupa perdarahan kecil-kecil saja.  Jika penderita dengan perdarahan intraserebral luput dari kematian, perdarahannya akan direorganisasi dengan pembentukan gliosis dan kavitasi.  Keadaan ini bisa menimbulkan manifestasi neurologik sesuai dengan fungsi bagian otak yang terkena.

4.      Oedema serebri

Pada keadaan ini otak membengkak.  Penderita lebih lama pingsannya, mungkin hingga berjam-jam.  Gejala-gejalanya berupa commotio cerebri, hanya lebih berat.  Tekanan darah dapat naik, nadi mungkin melambat.  Gejala-gejala kerusakan jaringan otak juga tidak ada.  Cairan otak pun normal, hanya tekanannya dapat meninggi.

·         TIK meningkat

·         Cephalgia memberat

·         Kesadaran menurun

 

Jangka Panjang :

       1.   Gangguan neurologis

Dapat berupa : gangguan visus, strabismus, parese N.VII dan gangguan N. VIII,  disartria, disfagia, kadang ada hemiparese

2.      Sindrom pasca trauma

Dapat berupa : palpitasi, hidrosis, cape, konsentrasi berkurang, libido menurun, mudah tersinggung, sakit kepala, kesulitan  belajar, mudah lupa, gangguan tingkah laku, misalnya: menjadi kekanak-kanakan, penurunan intelegensia, menarik diri, dan depresi.

 

TERAPI

CKR :

  • Perawatan selama 3-5 hari
  • Mobilisasi bertahap
  • Terapi simptomatik
  • Observasi tanda vital

CKS :

  • Perawatan selama 7-10 hari
  • Anti cerebral edem
  • Anti perdarahan
  • Simptomatik
  • Neurotropik
  • Operasi jika ada komplikasi

CKB :

  • Seperti pada CKS
  • Antibiotik dosis tinggi
  • Konsultasi bedah saraf

Subscribe to comments feed Comments (27 posted)

avatar
Mon, 25 Aug 14
That's an apt answer to an initseretng question
avatar
Tue, 26 Aug 14
I will be putting this <a href="http://qqotzhanrz.com">daiznzlg</a> insight to good use in no time.
avatar
Tue, 26 Aug 14
Taking the ovwrviee, this post hits the spot http://zuivbbqjn.com bqzuhhgwcq [link=http://lwoujqn.com]lwoujqn[/link]
avatar
Fri, 29 Aug 14
Thinking like that is really <a href="http://kzopogo.com">imvsisrepe</a>
avatar
Sun, 31 Aug 14
Unlbbievaele how well-written and informative this was. http://hksfduplpzd.com ragcbj [link=http://nytwtx.com]nytwtx[/link]
avatar
Sat, 18 Mar 17
If you have sleep apnea, you need to know that you are not alone. Sleep apnea is fairly common and millions of people around the planet have it. If you have been wondering what a sleep apnea diagnosis means for your life, read on to learn what you need to know about it.

Try using a mouth guard that's custom-fitted for you. These are made especially for those suffering from sleep apnea. If you don't have CPAP, then this guard is an excellent alternative. Also, it's a lot more comfortable wearing this mouth guard while sleeping. It really helps keep the airways clear and keeps the soft tissues of the throat stable.

If you have sleep apnea, try sleeping on your side. If you are a back or stomach sleeper, gravity is working against you all night. Your airway is much more likely to collapse if you are facing straight up or down. Sleeping on your side instead makes it much easier for your body to maintain your airway as you sleep.

If you suffer from sleep apnea and you use a CPAP, carry your medical ID. If you need medical attention, it's vital that the people treating you know about your condition and that you use a CPAP machine. Your ID should tell people about your sleep apnea, your use of a CPAP, and the proper pressure level for it.

Getting a CPAP machine is probably the best option for your sleep apnea. These machines will keep your airways open and help you breathe. You should talk to your doctor about CPAP machines and figure out which model would be the most adapted. This machine should work if you use it properly.

Clear up your nasal passage before heading to bed. If you suffer from sleep apnea and have problems with a "stuffed up" nose, using a nasal spray or device can help clear your nasal airway. This is not a permanent solution, but one you can use when your apnea symptoms are the worst.

Avoid any type of drugs or alcohol if you are experiencing any type of sleep apnea. Drugs and alcohol will slow down your respiratory system, and that is known to be one of the causes of sleep apnea. If you are struggling with this issue, try to get some professional help to overcome these addictions.

A great way to know if you are experiencing severe apnea is to keep a sleep journal. Write down all the times that you wake up in the night and also record how you feel in the morning. This will help you to have a record to see your progress.

If simple changes in your lifestyle, such as regular sleep hours and losing weight, have not eliminated your sleep apnea episodes, it is time to consult with a sleep specialist. The specific causes of your sleep apnea can be evaluated, and an individual treatment plan can be designed for you.

Throughout history, sleep apnea has been one of the most frustrating, often dangerous conditions from which a person can suffer. Anyone wishing to alleviate their sleep apnea symptoms must first acquire complete comprehension of the condition's causes and possible treatments. Keep the material from this article nearby, and you will have a useful reference to help you navigate the sea of potential solutions.

<a href=https://www.viagrasansordonnancefr.com/>viagrasansordonnancefr.com</a>
avatar
Fri, 07 Jul 17
http://100mg-viagracanada.com/ - 100mg-viagracanada.com.ankor <a href="http://sertralinezoloftonline.com/">sertralinezoloftonline.com.ankor</a> http://20mg-tadalafil-lowest-price.com/
avatar
Fri, 07 Jul 17
http://100mg-viagracanada.com/ - 100mg-viagracanada.com.ankor <a href="http://sertralinezoloftonline.com/">sertralinezoloftonline.com.ankor</a> http://20mg-tadalafil-lowest-price.com/
avatar
Fri, 07 Jul 17
http://100mg-viagracanada.com/ - 100mg-viagracanada.com.ankor <a href="http://sertralinezoloftonline.com/">sertralinezoloftonline.com.ankor</a> http://20mg-tadalafil-lowest-price.com/
avatar
Fri, 07 Jul 17
http://100mg-viagracanada.com/ - 100mg-viagracanada.com.ankor <a href="http://sertralinezoloftonline.com/">sertralinezoloftonline.com.ankor</a> http://20mg-tadalafil-lowest-price.com/
1 2 3 next total: 27 | displaying: 1 - 10

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in