Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/framework/full_page_cache.functions.php on line 133

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/vivvo_lite_site.php on line 115

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/vivvo_lite_site.php on line 328
Radio Smart FM - Ditarget Rp800 T Nilai Investasi Indonesia di 2017
Home | Jurnal Medan | Ditarget Rp800 T Nilai Investasi Indonesia di 2017

Ditarget Rp800 T Nilai Investasi Indonesia di 2017

By
Font size: Decrease font Enlarge font
Kementerian Perindustrian menargetkan pencapaian nilai investasi Indonesia di 2017 sebesar Rp800 triliun. 
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyebutkan, besaran realisasi nilai investasi yang sudah tercapai saat ini sejak tahun lalu sebesar Rp350 triliun untuk target hingga 2019. 
Lewat target investasi tersebut, kemudian pemerintah optimis akan ada tercipta tenaga kerja baru hingga 500 ribu orang. Pemerintah pun akan terus mendorong agar nilai target yang ditetapkan dapat tercapai.
Beragam upaya yang akan dilakukan dengan melakukan pengembangan bisnis, baik di sektor agro kimia, logam dan mesin.
Menteri Perindustrian RI juga pada, Kamis (23/2) melakukan peresmian pabrik baru sarung tangan ke enam PT Medisafe Technologies di kawasan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, ditengah kondisi ketidakpastian bisnis, karena pasokan gas dari sisi volume maupun harga yang kurang kompetitif jika dibandingkan dengan negara pesaing lainnnya. Pabrik dengan nilai investasi perluasan senilai 25 juta dollar Amerika tersebut, nantinya akan memiliki kapasitas produksi tahunan lebih dari 600 juta pcs sarung tangan khusus medis.
Menperin mengaku, meski perusahaan industri karet pada saat ini menghadapi banyak kendala, namun produsen sarung tangan karet nasional masih mampu menunjukkan eksistensinya di pasar internasional baik secara kualitas, maupun kuantitas. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan untuk menembus pasar ekspor dimana lebih dari 90% hasil produksi sarung tangan karet nasional diekspor ke berbagai negara terutama Amerika dan Eropa. 
Kemampuan ekspor tersebut diyakini masih dapat ditingkatkan mengingat terbukanya peluang yang besar seiring globalisasi perdagangan yang terjadi saat ini. Untuk mendorong itu, pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya sinergi dengan para pelaku usaha, dalam meningkatkan daya saing industri sarung tangan karet nasional, sehingga produk kita mampu meraih kepercayaan pasar. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in