Home | Jurnal Medan | Masyarakat Angggap Kenaikan Biaya STNK dan BPKB Memberatkan

Masyarakat Angggap Kenaikan Biaya STNK dan BPKB Memberatkan

By
Font size: Decrease font Enlarge font
Masyarakat mengeluhkan kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang terlampau tinggi hingga tiga kali lipat. Kenaikan itu sendiri dianggap sangat memberatkan keuangan ditengah kondisi daya beli yang masih melesu. 
Salah satu warga Medan, Sita saat mengantri di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah menetapkan kenaikkan tarif STNK 10 persen dan pajak kendaraan bermotor 15 persen. Baginya, hal itu akan berdampak pada peningkatan biaya pengeluaran rumah tangga.
Kepada pemerintah pun harapannya dapat mempertimbangkan kembali kenaikan tarif tersebut. Atau membuat skema kebijakan khusus bagi masyarakat golongan tertentu, dengan tidak menyamakan ratakan terhadap golongan atas.
Adapun saat ini, biaya penerbitan STNK baru ataupun perpanjangan untuk roda dua atau tiga naik dari Rp 50.000 menjadi RP 100.000. Untuk  roda empat atau lebih, biaya naik dari Rp 75.000 menjadi Rp 200.000. Penerbitan TNKB roda dua atau tiga naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 60.000, sedangkan roda empat atau lebih dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000.
Penerbitan BPKB roda dua atau tiga baru  serta hanti kepemilikan naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 225.000. Sementara roda empat atau lebih naik dari Rp 100.000 menjadi Rp 375.000. Penerbitan surat mutasi kendaraan bermotor ke luar daerah roda dua atau tiga dari Rp 75.000 menjadi Rp 150.000, sedangkan roda empat atau lebih dari Rp 75.000 menjadi Rp 250.000. Ilham

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in