Home | Jurnal Medan | Cuaca Buruk, Harga Sayur Mayur Melambung

Cuaca Buruk, Harga Sayur Mayur Melambung

By
Font size: Decrease font Enlarge font
Cuaca buruk yang melanda Sumatera Utara, menyebabkan harga sejumlah sayur mayur di pasar tradisional di Kota Medan melambung tinggi.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Halat, Nuratim boru Sagala mengatakan, kenaikan terjadi akibat pasokan yang menipis oleh faktor cuaca. Dimana banyak tanaman sayur yang rusak karena tergenang air atau jalur distribusi terganggu oleh kondisi alam. Disamping itu juga, banyak petani yang belum berladang karena masih merayakan Tahun Baru.
Adapun beberapa sayur mayur yang mengalami kenaikan yakni kangkung, dari harga sebelumnya Rp 600 per ikat, kini naik menjadi Rp 1.000 per ikat, sayur bayam sebelumnya Rp2.000, naik menjadi Rp 3.000. 
Selain sayur mayur, cuaca buruk juga memengaruhi harga bahan pangan lainnya, yaitu untuk harga cabai rawit kini sudah mencapai Rp80 ribu perkilogramnya, dari harga sebelumnya Rp 50.000 perkilogram, kemudian bawang sebelumnya Rp20.000 perkilogramnya, kini naik menjadi Rp25.000 perkilogramnya, dan tomat sebelumnya Rp 8.000 perkg, kini naik menjadi Rp 12.000 perkg.
Nuratim mengungkapkan, kenaikan harga yang terjadi sekarang ini menyebabkan tingkat pembelian sedikit menurun. Pedagang pun berharap, agar harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan dapat ‎segera normal.‎ Ilham

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in