Home | Jurnal Medan | Baru 6 Perusahaan di Sumut Melantai di Bursa

Baru 6 Perusahaan di Sumut Melantai di Bursa

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Membaiknya harga komoditas di Sumatera Utara dapat menjadi peluang bagi perusahaan yang bergantung pada sektor tersebut untuk menjadi perusahaan terbuka atau go public.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, kenaikan harga komoditas unggulan Sumut terutama karet dan sawit saat ini dipastikan bakal mendongkrak kinerja perusahaan di sektor ini, yang dalam beberapa tahun belakangan mengalami tekanan.

Keadaan itu tentu sangat menguntungkan bagi Sumut yang ekonominya lebih ditopang oleh sektor pertanian dan industri. Dua sektor ini, setidaknya masing-masing berkontribusi lebih dari 20 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Selanjutnya, dengan pulihnya harga komoditas saat ini, meski belum terlalu signifikan, akan membuat laba perusahaan semakin baik. Kinerja yang baik itu tentu akan semakin baik lagi jika perusahaan mau go public.

Adapun pasar modal menjadi salah satu alternatif utama bagi perusahaan yang ingin mendapat tambahan modal. Momen kenaikan harga bisa dimanfaatkan perusahaan untuk meraih Ke percakapan calon investor di lantai bursa. Dengan go public, selain mendapat modal melimpah, perusahaan juga akan semakin dipercaya masyarakat, semakin tertib, transparan serta asas manfaat lebih banyak.

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi berharap agar jumlah perusahaan di Sumut yang melantai di bursa saham dapat meningkat. Sebab baginya provonsi ini dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di Indonesia dan kota Medan merupakan kota terbesar ke tiga sangat memungkinkan untuk emiten-emiten (perusahaan-perusahaan) yang ada masuk kedalam Pasar Modal (Bursa Efek).

Menurut Gubsu bahwa masih sedkitnya perusahaan-perusahaan (emiten-emiten) yang ada di Sumut yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan usaha karena masih kurangnya pemahaman dikalangan para pengusaha-pengusaha, khususnya yang ada di Sumatera Utara.

Gubsu juga berharap dengan adanya pasar modal ini perusahaan-perusahaan yang ada di Sumut dapat mendukung pemprovsu dalam membangun infrastruktur yang sedang dilaksanakan.

Direktur Pengembangan dan Riset Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan menyebutkan, bahwa saat ini baru ada enam perusahaan di Sumut yang telah melantai di bursa.

Adapun ke enam perusahaan tersebut yakni empat emiten perusahaan seperti PT Atmindo, Bank Mestika, Toba Pulp Lestari dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah serta dua perusahaan yang menawarkan obligasi yakni Bank Sumut dan PT Pelindo I.

Nicky menerangkan, ada sejumlah manfaat yang akan diterima perusahaan jika telah go public. Perusahaan akan mendapat perhatian dari media dan para analisis. Promosi gratis akan meningkatkan pamor perusahaan. Produk atau proyek perusahaan, serta layanan atau jasa yang diberikan perusahan akan semakin dikenal. Sehingga peluang bisnis dan kerja sama akan semakin terbuka. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in