Home | Jurnal Medan | Pemda Harus Agresif Kontrol Komponen Penyumbang Inflasi

Pemda Harus Agresif Kontrol Komponen Penyumbang Inflasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk lebih agresif dalam mengontrol ketersediaan dan mengendalikan komponen penyumbang inflasi di masing-masing daerahnya. Sebab faktor terbesar penyumbang inflasi sekarang ini lebih dominan dipengaruhi oleh shock (kejutan) kelompok bahan pangan yang bergejolak atau ketersediaan terbatas (volatile foods).

 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan, masing-masing Pemda, sebaiknya rutin memantau ketersediaan pasokan dan distribusi komoditas pengan. Kemudian melakukan peningkatan produksi makanan dan atau industri, dengan deregulasi peraturan pemerintah pusat yang disesuaikan dengan daerah dalam meningkatkan kapasitas, sebaiknya dilakukan sebagai kontrol laju pergerakan harga. Pemda juga diharapkan dapat mengalokasikan anggaran khusus dalam mengontrol gejolak harga pangan lewat operasi pasar (OP).

 

Mirza mengungkapkan, saat ini pengendalian inflasi di negara berkembang menghadapi tantangan besar, sebab masalah yang muncul, ketersediaan pasokan selalu tak berbanding lurus dengan permintaan yang tinggi, menjadikan harga tidak dapat terkontrol. Padahal pergerakan inflasi penting terjaga, sebagai stabilitas nilai mata uang di masyarakat.

 

Permasalahan yang muncul, selama ini kenaikan harga sering terjadi akibat kurangnya produksi serta distribusi yang tidak lancar. Untuk mengatasi hal tersebut, penting adanya koordinasi informasi. Dimana bila disatu daerah surplus komoditas pangan yang  deifisit di daerah lain, dapat dilakukan suplai silang. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in