Home | Jurnal Medan | Sumut Inflasi 1,22 Persen

Sumut Inflasi 1,22 Persen

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kenaikan harga cabai yang sempat mencapai Rp60 ribu perkilogramnya di Kota Medan menjadi penyumbang terbesar pergerakan inflasi di Sumatera Utara 1,22 persen, angka tersebut lebih tinggi dibanding angka inflasi nasional 0,22 persen.

Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Bismark Saor Pardamean mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada September 2016 yakni cabai merah naik 54,85 persen, ikan dencis 10,11 persen, rokok kretek filter 2,93 persen, kentang 11,87 persen, ikan gembung 8,16 persen, rokok putih 3,66 persen dan rokok kretek 5,18 persen.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain daging ayam ras, gula pasir, sawi hijau, udang basah, bensin, ikan asin belah dan celana panjang jeans.

BPS mencatat, pada September 2016 empat kota yang masuk dalam indeks harga konsumen (IHK) di Sumatera Utara mengalai inflasi yaitu Sibolga 1,85 persen, Pematang Siatar 0,29 persen, Medan 1,32 persen dan Padangsidempuan 2,73 persen.

Terjadinya inflasi pada September 2016, menyebabkan laju inflasi kumulatif (September 2016 terhadap Desember 2015) di provinsi ini sebesar 4,24 persen. Sedangkan inflasi secara year on year (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 6,02 persen.

Dilihat dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Sibolga dan inflasi terendah di Bengkulu. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan dan terendah di Bungo 0,06 persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in