Home | Jurnal Medan | Kendalikan Inflasi, BI Bangun Rumah Bawang di Karo

Kendalikan Inflasi, BI Bangun Rumah Bawang di Karo

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Untuk mengendalikan laju inflasi, Bank Indonesia (BI) membangun satu unit rumah bawang di Desa Batukarang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, sebagai rumah bawang pertama.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, ‎Harries Meirizal mengungkapkan, rumah bawang tersebut rencananya akan dijadikan sebagai pusat penampungan bawang hasil panen petani dari desa-desa yang ada di sekitar wilayah itu.

Rumah bawang itu dibangun sebagai upaya pengendalian inflasi dari komoditas tersebut. Sebagai catatan, dalam beberapa tahun terakhir, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang paling sering memberi andil inflasi. Biasanya, komoditas tersebut kompak dengan dengan cabai merah dalam mendorong inflasi.

Gudang penampungan bawang ini sendiri telah dilengkapi dengan fasilitas yang mengandung gas ozon yang berfungsi untuk meminimalisir proses pembusukan sehingga bawang hasil panen petani bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih panjang. 

Rumah bawang ini sendiri mampu menampung hingga 20 ton bawang. Dengan jangka waktu penyimpanan yang lebih lama, alokasi bawang untuk kebutuhan konsumsi dan pembenihan akan semakin mudah diatur. Apalagi, dua dari tiga varietas bawang merah yang diuji coba di daerah ini menunjukan hasil yang memuaskan. Dengan begitu, petani juga akan leluasa mengatur pola tanam.

Di daerah ini, BI telah membina sedikitnya 20 hektare bawang merah bersama sejumlah kelompok tani. Adapun 18 hektare di antaranya merupakan lahan budidaya untuk konsumsi, sisanya digunakan untuk budidaya pembibitan. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in