Home | Jurnal Medan | Akademisi: Konten Televisi di Indonesia Belum Mendidik

Akademisi: Konten Televisi di Indonesia Belum Mendidik

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Akademisi menilai konten (program) televisi di Indonesia dalam kategori belum baik. Tayangan yang ditampilkan masih didominasi mengandung unsur kekerasan, pelecehan dan pornografi.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Univesitas Sumatera Utara (USU), Hendra Harahap mengatakan, ada banyak siaran televisi di Indonesia, baik swasta dan milik pemerintah, namun banyaknya pilihan tersebut, belum berbanding lurus dengan keanekaragaman acara yang tersedia.

Berdasarkan survei yang dilakukannya tahun 2015, hampir 70 persen konten tayangan televisi di Indonesia "buruk", dan sisanya dalam kategori baik. Artinya masih dalam porsi sangat sedikit tayangan mengandung unsur pendidikan.

Disamping itu, pengembangan budaya lokal di dalam konten televisi maupun radio juga masih sangat sedikit. Padahal hal itu wajib dilakukan perusahaan media elektronik karena sesuai dengan Undang-undang penyiaran.

Hendra pun berharap, sebagai kontrol sosial, penayangan konten lokal sebaiknya dilakukan, untuk pengembangan budaya lokal. Bila kandungan lokal diperbanyak, maka stigma tentang daerah yang buruk bisa hilang.

Disamping itu juga, pentingnya media literasi. Agar masyarakat juga sama-sama sadar untuk aktif melapor bila ada program televisi atau radio yang tidak sesuai aturan, dan mampu mengontrol anak-anaknya saat menonton tayangan televisi. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in