Home | Jurnal Medan | Angka Resiko Masyarakat Sumut Terpapar Narkoba Tinggi

Angka Resiko Masyarakat Sumut Terpapar Narkoba Tinggi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat angka pravelensi masyarakat yang beresiko terpapar narkotika di Sumatera Utara masih sangat tinggi. Dilihat dari jenjang usia antara 10-59 tahun, sebanyak 350 ribu orang yang beresiko terpapar narkoba. Guna mereduksi angka paparan, upaya pencegahan dan pemberantasan gencar dilakukan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut, Andi Loedianto mengatakan, perang melawan narkoba tidak cukup dengan pencegahan saja, namun juga harus lewat pemberantasan. Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Tingginya masyarakat yang beresiko, BNN membentuk satuan tugas (Satgas) pemberantasan, yang di ketuai langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nurasi dan diikuti oleh semua instansi, baik pemerintah, swasta dan masyarakat umum. Hal itu dilakukan agar dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum terjangkau, dan juga harapannya dapat melakukan pencegahan serta pemberantasan narkoba di lingkungannya sendiri.

Diakui Andi, karena masifnya tingkat pengungkapan narkoba, menjadikan Sumut saat saat ini berada di rangking (peringkat) pertama untuk pengungkapan, dari sebelumnya di peringkat tiga. Hal itu didukung oleh banyaknya masyarakat yang secara sukarela mau mengakui dirinya terpapar narkoba dan menjalani proses rehabilitasi, begitu juga dari tingkat aparat akan keseriusan pemberantasan.

Pada 2017, Indonesia ditargetkan bersih dari narkoba, baik di lingkungan pemukiman, pendidikan dan kerja. Tingkat kesadaran masyarakat untuk menjauhi diri dari obat-obatan terlarang harapannya dapat kian meningkat, sebab yang terjadi di lapangan saat ini, banyak pemakai dan pengguna yang masih disembunyikan oleh keluarganya karena takut dijadikan tersangka dan dianggap aib. Padahal seharusnya tidak, sebab pengguna narkoba harus disembuhkan atau harus melalui proses rehabilitasi.

Sedangkan untuk sarana dan prasarana yang masih minimpun akan ditambah, khususnya tempat rehabilitasi. Sebab saat ini baru ada di Lubuk Pakam dengan kapasitas penghuni sebanyak 100 orang.

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan, bahwa melawan narkoba tidak hanya tugas BNN maupun Polri, namun juga semua pihak. Sebab pemberantasan akan efektif jika ada sinergitas seluruh pihak.

Narkobapun menurut Gubsu harus dilawan, sebab sering memicu tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh penggunanya. Pembentukan Satgas merupakan hal yang penting, karena merupakan sinergitas dalam menghilangkan ego sektoral karena seluruh komponen tergabung di dalamnya. RW

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in