Home | Jurnal Medan | Penyebaran Hama Tanaman Pangan Meningkat

Penyebaran Hama Tanaman Pangan Meningkat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Persentase penyebaran hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang tanaman pangan mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata meningkat 30 persen seiring dengan agresifnya pola tanam yang terus dilakukan guna mendongkrak target produktifitas.

Pelaksana Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Badan perlindungan tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH), Buchari mengatakan, peningkatan penyebaran hama paling besar dipicu oleh pola pemanfaatkan lahan yang dilakukan secara terus menerus tanpa jeda (istirahat). Padahal seharusnya sesuai dengan mekanismenya, pola tanam yang di ideal baiknya dilakukan setelah pengistirahatan lahan beberapa bulan guna mengembalikan kesehatan tanah. Disamping itu penggunaan pestisida kimia dan pupuk non organik turut memberikan andil.

Berdasarkan sebaran hamanya untuk tanaman padi, serangan paling besar pada jenis tikus, kemudian hama putih palsu, siput murbei, penggang batang, kepinding tanah, walang sangit, WBC, ganjur dan burung. Sedangkan untuk penyakit yang paling banyak menyerang yakni blast, BLB/kresek, BRS dan Tungro.

Dimana total luas lahan tanaman padi sawah yang mengalami kerusakan akibat hama dan penyakit mencapai 4.619 hektare, dengan kategori rendah sebanyak 4.377 hektare, sedangkan kategori sedang 173,4 hektare, kategori berat 58,6 hektare dan tanaman yang puso akibat hama dan penyakit 10,5 hektare.

Guna memperkecil ruang perkembang biakan hama, berbagai upaya dilakukan, diantaranya dengan melakukan pengolahan tanah lewat penggunaan bahan-bahan organik, guna menetralkan kandungan PH (keasaman) tanah yang rata-rata sudah dalam ambang batas tidak wajar.

Kemudian menerapkan sistem tanam jajar legowo atau sistem penanaman padi dengan cara mengatur jarak tanam di daerah yang banyak serangan hama dan penyakit. Lalu memperlakukan bibit dengan tekhnik khusus guna menangkal serangan hama.

Diakui Buhadi, saat ini berada di Kabupaten Deli serdang yang telah berhasil menerapkan penggunaan pupuk organik pada tanaman padinya. Harapannya di kabupaten/kota lainnya para petaninya dapat menerapkannya. Sebab menggunakan bahan organik selain baik bagi kesuburan tanah, juga mampu menghindari lebih dari 30 jenis hama. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in