Home | Jurnal Medan | Wapres : Indonesia Kuat karena Perbedaan

Wapres : Indonesia Kuat karena Perbedaan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, bahwa Indonesia kuat justru karena adanya  perbedaan.

Menurut dia, kekuatan Bhineka Tunggal Ika tercermin juga dari letak atau posisi gambar di semua kantor dimana di atas gambar presiden dan wakil presiden ada lambang Bhineka Tunggal Ika.

Dengan adanya Musyarawah Masyarakat Adat Batak diharapkan, masyarakat etnis Batak semakin kuat dan bersatu untuk menjaga kekuatan bangsa Indonesia.Yusuf Kalla mengingatkan, masyarakat harus menjadikan adat sebagai pendorong untuk mengejar kemajuan.

Disamping itu adat diharapkan jangan hanya dianggap sebagai suatu peninggalan zaman dahulu dan dilestarikan, tetapi harus sebagai pendorong semangat untuk mengejar kemajuan bangsa Indonesia ke depannya.

Dia memberi contoh bahwa jangan sampai masyarakat Batak yang sudah merantau menghabiskan uangnya untuk kepentingan adat seperti pesta, tetapi harus dijadikan keperluan yang produktif seperti membangun hotel di Danau Toba yang dijadikan salah satu tujuan wisata utama Indonesia. Jusuf Kalla meminta masyarakat Batak tetap menjadi warga yang hebat sejak zaman dahulu di bidang militer,  pemerintahan, politik dan usaha.

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi berharap Musyawarah Masyarakat Adat Batak bisa semakin menguatkan kerukunan umat dan etnis di provinsi itu. Di Sumut terdiri dari 8 etnis asli dimana enam diantaranya adalah puak Batak ditambah Melayu dan Nias. Berkat kesadaran masyarakat, Sumut berkembang baik.

Tiga kekuatan yang dibangun masyarakat dan pemerintah adalah peran aktif pemuka agama, peran aktif tokoh lintas etnik dan para pemuda. Dengan tiga kekuatan inilah kerukunan antara umat beragama, antar etnik dan antar pemudaa bisa dipelihara.

Menurut Gubsu, kondisi yang majemuk dan dinamika yang tinggi di Sumut, menguatkan integritas dan meningkatkan pembangunan. Dia menyebutkan, menjaga harmonisasi dan kondusif di Sumut, bukan hanya merupakan peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  dan tokoh lintas etnis, tetapi  pemuda dan lainnya.

Gubsu mengatakan Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 memiliki nilai strategis bermakna dukungan moril pengembangan Sumut. Kegiatan ini bagian dari upaya memberhasilkan pembinaan kemasyarakat. Meningkatkan peran masyarakat Batak khusususnya PSBI untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), Effendi Simbolon, mengatakan Musyawarah Masyarakat Adat Batak merupakan gagasan dari enam puak di suku Batak. Kini ada 260 marga yang ada di Tanah Batak.

Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 menjadi wadah untuk berdialog tentang kehidupan masyarakat adat dengan pemerintah. Diumana kegiatanb tersebut diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat-Minggu (29-30 Juli 2016) di Lapangan Bebas, Parapat, Provinsi Sumatera Utara. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in