Home | Jurnal Medan | Kebijakan Tax Amnesty, Tebusan Wajib Sudah Rp5 M

Kebijakan Tax Amnesty, Tebusan Wajib Sudah Rp5 M

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sedikitnya sebanyak 50 orang wajib pajak sudah melaporkan aset dalam surat pemberitahuan tahunan (SPT) baru dengan nominal tebusan sebesar Rp5 miliar, sejak pemberlakuan kebijakan tax amnesty.

Kepala Bidang P2 Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut I, Marslinus simbolon mengatakan, sejak kebijakan tax amnesty disosialisasikan secara langsung oleh Presiden Jokowi pada pekan lalu, sudah ada lebih kurang 50 orang yang melaporkan aset, deposito dan lainnya pada surat pemberitahuan (SPT) dari total ratusan ribu wajib pajak potensial yang ada di Medan.

Tidak hanya sekedar mengungkap aset yang ada, wajib pajak itu pun langsung melakukan penebusan. Total sudah Rp5 miliar diterima DJP Sumut I. Ke depan, diharapkan akan lebih banyak lagi wajib pajak melapor dan menebus aset yang dimiliki.

UU Tax Amnesty merupakan penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tersebut.

Alasan pemerintah memberlakukan kebijakan ini untuk meningkatkan pendapatan negara yang nantinya akan digunakan dalam pembangunan. Perlambatan ekonomi dunia dan persaingan antar negara dalam mendatangkan arus modal dan investasi juga menjadi alasan lain.

Wajib pajak mengikuti program ini dalam waktu tiga bulan ke depan, maka uang tebusan yang harus dibayarkan hanya dua persen dari total uang yang dibawa masuk, namun jika melaporkan aset di luar negeri, uang tebusan menjadi empat persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in