Home | Jurnal Medan | Ekspor Barang Via Kualanamu Selalu Tinggi

Ekspor Barang Via Kualanamu Selalu Tinggi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kantor Pelayanan Pabean Bea dan Cukai (KPPBC) mencatat pergerakan ekspor barang melalui Bandar Udara Kualanamu Internasional hingga Juli 2016, nilainya sudah mencapai 140 miliar dollar amerika.

Kepala Kantor Wilayah KPPBC Tipe Madya B Bandara Kualanamu, Zaky Firmansyah mengatakan, secara year on year, nilai ekspor yang melalui Bandara Kualanamu dari Juli 2014 hingga Desember 2015 sebesar 199 miliar dollar amerika. Dimana dari sisi nilai pergerakannya cenderung melambat. Sementara secara volume (bruto), menunjukkan peningkatan dari 3,8 juta kg di 2015, naik menjadi 5,1 juta kg. Begitu juga dari sisi dokumen pada smester pertama angkanya sebanyak 3.284 dokumen, sedangkan di 2015 sebanyak 3.524.

”Rata-rata barang yang di ekspor lewat transportasi udara di dominasi produk perikanan hasil laut yang masih diperbolehkan, kemudian barang pertanian, perkebunan dan manufaktur,” terangnya, pada acara yang diselenggarain Kontan dan Smart FM dengan suport oleh Bank Rakyat Indonesia bertema UMKM hebat, berani ekspor di era MEA di Hotel Santika Medan.
.
Bea Cukai sendiri sebagai upaya mendukung dan mendorong ekspor industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia, dalam mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi, IKM dibebaskan dari bea masuk dan pajak impor pembelian bahan baku. Kebijakan ini dinilai mampu memangkas biaya pembelian bahan baku luar negeri hingga 20 persen.

Adapun fasilitas kepabeanan yang dapat mendukung industri dan perekonomian dalam negeri, untuk barang ekspor yang dibebaskan meliputi barang ekspor yang dalam proses ekspornya tidak perlu memerlukan izin khussu dari otorita perdagangan. Sedankan barang ekspor yang terkena tata niaga yaitu barang yang hanya dapat dilakukan ekspornya oleh eksportir terdaftar (ET), antara lain kopi, rotan asalan hasil budidaya, pulp kayu mekanik.

Juga ada barang ekspor yang di awasi yakni barang yang ekspornya hanya dapat dilaksanakan dengan persetujuan dari otorita perdagangan seperti sapi dan kerbau hidup, kulit buaya wet blue, ikan napoleon wrasse dan lainnya. Kemudian kriteria lain barang ekspor yang di lain yaitu barang yang sama sekali tidak boleh ekspor seperti ikan arwana, rotan asalan dari hutan alam, benih ikan sidat, barang kuno bernilai budaya dan lainnya.

Zaky juga mengatakan potensi Bandara Kualanmu menjadi hub penerbangan yang tidak hanya melayani untuk angkutan penumpang namun juga cargo sangat berpeluang besar. Sebab dari sisi frekuensi, Kualanamu termaksud bandara ke empat terbesar setelah bandara di Cengkareng, Surabaya dan Denpasar. RW

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in