Home | Jurnal Medan | Pengembangan Aren Masih Terbatas

Pengembangan Aren Masih Terbatas

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Potensi pengembangan aren yang besar mendorong banyak petani merasa perlu dilindungi. Sebab selama ini, meski tingkat produksi tanaman jenis rumpun kelapa ini memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, namun belum ada regulasi yang mengatur terkait tumbuhan tersebut.

Ketua Program Studi Pasca Sarjana S2-S3 Agroekoteknologi Ilmu Pertanian USU, Abdul Rauf mengaku perlu ada wadah yang dapat dimanfaatkan sebagai penampung aspirasi. Sebab selama ini para petani aren hanya bergerak sendiri-sendiri, sedangkan potensi pengembangan menjadi produk bernilai jual tinggi sangat besar, seperti di ekspor atau mensuplai kebutuhan masyarakat dalam negeri, namun tidak memiliki wadah untuk pengembangan tersebut.

Mangka dengan itu dilakukan pertemuan nasional untuk nantinya akan dibentuk komunitas aren Indonesia yang di dalamnya berkumpul para kalangan petani, pengusaha, akademisi dan masyarakat. Aren sendiri merupakan jenis tanaman dari keluarga kelapa yang tidak hanya buah saja bisa dimanfaatkan, namun juga batang, daun, hingga airnya dapat menjadi produk bernilai jual tinggi.

Pengembangan tanaman aren sendiri paling banyak dapat ditemui di sepanjang kawasan bukit barisan juga di daerah Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Sedangkan tanaman aren sendiri selain dijadikan gula merah juga bisa menjadi sirup, gula semut dan gula merah bahkan jadi minuman tuak. Dan pemanfaatan lainnya. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in