Home | Jurnal Medan | Hadapi Erupsi Sinabung, Petani Karo Tanam Bawang Putih

Hadapi Erupsi Sinabung, Petani Karo Tanam Bawang Putih

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Berbekal coba-coba, belasan petani holtikultura bawang merah di Kabupaten Karo beralih menanam bawang putih secara organik.

Salah seorang petani di Karo, Budi Tarigan mengatakan, sudah hampir puluhan tahun ia menanam bawang merah dan cabai secara konvensional (non organik), namun karena melihat prospek keuntungan yang bisa diperoleh dengan menanam bawang putih cukup besar, mereka pun memutuskan untuk beralih.

Padahal sebelumnya dari luas lahan 1.500 meter, ia bisa meraup hasil tanam sedikitnya 2 ton untuk bawang merah. Namun berbekal adu nasib, dengan dibantu binaan dari Bank Indonesia, Budi bersama belasan petani lainnya beralih menanam bawang putih organik.

Lewat uji coba tanam bawang putih ini, Budi yang juga memiliki lahan ditanami bawang merah dan cabai inipun berniat akan beralih memakai sistem tanam organik. Itu bila hasil tanam dari hasil uji coba berhasil. Namun jika tidak berhasil, ia mengaku tidak akan patah arang, karena akan mencoba lagi.

Memang diakuinya bahwa memakai sistem tanam organik jauh lebih rumit, karena harus memakai air urine sapi, kemudian ada beberapa hal lainnya agar tanaman menjadi kuat dari serangan hama. Namun karena tahu bahwa bawang putih adalah jenis tanaman yang tidak bisa tumbuh bila ada unsur kimianya, maka Budi dan petani lainnya pun optimis bahwa menanam bawang putih secara organik akan berhasil. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in