Home | Jurnal Medan | Dunia Usaha Paling Rawan Tertimpa Tindakan Kriminal

Dunia Usaha Paling Rawan Tertimpa Tindakan Kriminal

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Angka kejahatan terhadap dunia usaha di Sumatera Utara menempati urutan tertinggi. Dimana Tercatat sekitar 7,8 persen perusahaan mengalami kerugian akibat pencurian atau perusakan.

Kepala Advsory Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Budi Trisnanto mengatakan, berdasarkan hasil riset dengan kajian growth diagnostic yang dilakukan BI pada 2015 menunjukkan bahwa tindak kriminalitas di daerah ini ternyata cukup tinggi. Bahkan jika dibandingkan nasional menempati urutan kedua tertinggi. Bahkan (tindak kriminalitas) terhadap dunia usaha, menempati urutan pertama dimana 7,8% perusahaan di sini mengalami kerugian akibat tindak kejahatan dengan total kerugian sebesar 20,6% terhadap total revenue setiap tahun.

Dengan begitu, hampir 39 persen perusahaan di Sumut menyatakan keamanan merupakan penghambat utama berinvestasi dk sini. Hal ini tentu harus menjadi perhatian terutama pemerintah daerah (pemda).

Selain itu, persoalan lain yang menjadi penghambat investasi adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur khususnya listrik. Rendahnya tingkat pendidikan membuat tenaga kerja di daerah ini hanya bekerja di desa atau dengan kata lain, industrialisasi di Sumut belum berjalan maksimal.

Sementara soal listrik, memang menjadi masalah dominan yang dihadapi di Sumut bahkan di Indonesia. Padahal kebutuhan akan energi satu ini sangat besar. Karenanya dibutuhkan pembangunan pembangkit listrik secara menyeluruh. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in