Home | Jurnal Medan | 95 Persen Ekspor Kopi Sumut Hasil Perkebunan Rakyat

95 Persen Ekspor Kopi Sumut Hasil Perkebunan Rakyat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Produksi kopi Sumatera utara yang di ekspor ke luar negeri hampir 100 persen hasil dari perkebunan rakyat. Sebab hanya 5 persen milik swasta. Sedangkan pemerintah tidak ada memiliki porsi.

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Saidul Alam mengatakan, dibandingkan di Jawa, peran pemerintah dalam menanam kopi di Sumatera Utara tidak ada. Sampai saat ini masih di dominasi oleh perkebunan rakyat. Beberapa kabupaten yang menjadi sentral produksi kopi di provinsi ini yakni tersebar di Dairi, Simalungun, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Pak-pak Bharat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Kabupaten Karo.

Diakui Saidul, sampai saat ini masih di delapan kabupaten/kota itu saja yang menanam kopi karena lokasinya cocok untuk di tanami kopi. Sebab seperti untuk jenis kopi Arabika hanya dapat tumbuh di tanah ketinggian 1.000 meter dari atas permukaan laut (mdpl), yakni hanya daerah yang lokasinya mengelilingi Danau Toba.

Sementara itu, Saidul juga mengakui, karena terkendala pada lahanlah, yang hanya dapat tumbuh di tanah dengan ketinggian 1.000 mdpl, sehingga produktifitas kopi Sumut tiap tahunnya cenderung sama, yakni rata-rata hanya sekitar 60 ribu ton saja yang dapat di ekspor.

Untuk penambahan lahan pun belum dapat dilakukan, sebab ada beberapa lahan perkebunan rakyat yang ditanami kopi berbatasan dengan hutan lindung, sehingga sulit untuk pengembangkan. Begitupun harapannya produksi dapat lebih meningkat, lewat pengoptimalan hasil perkebunan dari tiap hektare lahannya. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in