Home | Jurnal Medan | Komponen Volatile Food Jadi Tantangan TPID

Komponen Volatile Food Jadi Tantangan TPID

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Komponen faktor volatile food akan menjadi tantangan terbesar bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan pergerakan angka inflasi, khususnya untuk komoditas bawang merah dan cabai. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun masih mengaku kwalahan megendalikan pergerakan harga bahan pangan sektor tersebut.

Wakil Ketua TPID Sumut, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, tantangan yang terjadi saat ini dalam mengendalikan pergerakan angka inflasi masih tentang ketersediaan bawang merah. Sebab stoknya sulit terjaga karena banyak petani yang menjualnya ke daerah lain dengan harga lebih tinggi.

Maka untuk menjaga ketersediaan tersebut dan dapat memenuhi kebutuhan, terlebih menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Badan Urusan Logistik (Bulog) akan mendatangkan bawang dari Provinsi Jawa Tengah.

Difi pun berharap, angka inflasi Sumatera Utara pada tahun ini dapat tetap terjaga. Targetnya tidak sampai melebihi angka inflas nasional.

Meski memang yang menjadi tantangan terbesar dihadapi TPID dalam mengendalikan inflasi dari komponen volatile food. Sebab dilihat dari kompone inflasi inti, pergerakan pembentuk inflasi dari komponen administrif price yang lebih banyak disumbang oleh faktor shock seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan lainnya sudah dapat termitigasi.

Faktor volatile food dari komponen pangan yang menjadi tantangan TPID khususnya komoditas bawang merah dan cabai merah. Dan hal itu diakui Difi tidak hanya di hadapi di Sumut saja, namun juga daerah lainnya. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in