Home | Jurnal Medan | Petani Sawit Berharap Moratorium Diterapkan Terbatas

Petani Sawit Berharap Moratorium Diterapkan Terbatas

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kalangan petani berharap moratorium lahan kelapa sawit diterapkan secara terbatas, yang peruntukkannya untuk perusahaan berskala besar saja. Sebab bila turut dibebankan ke perkebunan rakyat dikhawatirkan akan menganggu perluasan yang masih kecil saat ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsyad mengakui bahwa moratorium perlu, tapi harus dilakukan terbatas. Sebab luasan lahan sawit yang dimiliki rakyat masih sedikit, hanya sekitar 2-5 hektare, yakni sebanyak 4,8 juta hektare atau sekitar 45 persen dari total luasan perkebunan yang ada.

Total luasan perkebunan sawit nasional sendiri ada sekitar 11,8 juta hektare, dengan luasan khusus di Sumatera Utara 1,2 juta hektare.

Disamping itu juga, saat ini diakui Aryad, pihaknya masih berusaha melakukan intensifikasi produksi, karena tingkat produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani baru 13 ton perhektare pertahun. Dari keharusan sudah diatas 20--25 ton TBS. Sedangkan produksi crude palm oil (CPO) yang dihasilkan baru 3 ton perhektare pertahun. Dimana produksi dari perusahaan besar mencapai 6 ribu ton perhektare pertahun.

Atas hal itulah para petani kelapa sawit menginginkan agar moratorium hanya dilakukan kepada perusahaan besar, tidak bagi perkebunan rakyat.

Kekhawatiran lain bila diterapkannya moratorium juga terkait tingkat ketersediaan pasokan yang bakal terganggu. Sebab beberapa sektor saat ini membutuhkan sawit untuk bio diesel dengan jumlah yang cukup besar

Pemerintah pun diharapkan perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum menetapkan moratorium tersebut. Terlebih saat ini suplai sawit yang masih dalam kondisi belum berlebihan (over). Dimana produksi CPO nasional sebesar 32 juta ton di 2015, atau berkontribusi sekitar 53 persen dari total produksi secara internasional sebanyak 62,5 juta ton. Sebab kontribusinya terbilang besar dibanding negara lain seperti Malaysia hanya 37 persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in