Home | Jurnal Medan | Terganjal Perbup, Penyaluran Pupuk Subsidi Baru 17 Persen

Terganjal Perbup, Penyaluran Pupuk Subsidi Baru 17 Persen

By
Font size: Decrease font Enlarge font

PT Pupuk Iskandar Muda selaku perusahaan penyalur pupuk bersubsidi berharap tiga kabupaten di Sumatera Utara dapat segera menerbitkan Peraturan Bupati tentang penyaluran pupuk bersubsidi sebagai dasar hukum.

Kepala Pemasaran Wilayah Sumut PT Pupuk Iskandar Muda, Efendi Rahmad mengatakan, sampai saat ini ada tiga kabupaten yang belum menerbikan Perbup, sehingga penyaluran pupuk tidak dapat maksimal karena terganjal oleh hukum. Perbup dianggap penting agar dapat tersalurkan sesuai kebijakan yang berlaku di daerah.

Tiga kabupaten yang belum menerbitkan Perbup yakni pemerintah Kabupaten Nias, Nias Selatan dan Labuhan Batu Selatan. Akibatnya hingga Maret 2016, pihaknya baru mengaloksikan pupuk bersubsidi untuk jenis urea sekitar 29.269 ton atau sekitar 17 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah untuk alokasi di Sumut yaitu 171.150 ton. Sementara penyaluran pupuk bersubsidi organik lebih kecil lagi yaitu baru 3.700 ton atau 9 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah sebanyak 41.690 ton.

Selain itu, Efendi juga menambahkan harga eceran tertinggi yang ditetapkan untuk pupuk urea bersubsidi di toko tani yaitu sekitar 90 ribu rupiah persak yang peruntukannya bagi petani kecil, sedangkan pupuk organik HET-nya sebesar 20 ribu rupiah persak yang harganya berlaku di tingkat gabungan kelompok tani kepada kios. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in