Home | Jurnal Medan | "Keagresifan" Bawang dan Cabai Picu Inflasi

"Keagresifan" Bawang dan Cabai Picu Inflasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kenaikan harga dua komoditas yakni bawang merah dan cabai merah memicu laju inflasi Medan mencapai 0,88% pada Maret 2016.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono menyebutkan, Medan menjadi kota yang masuk dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan laju inflasi tertinggi di Sumut. Bahkan Medan menjadi kota kedua inflasi tertinggi di Indonesia setelah Bukit Tinggi 1,18 persen. Kemudian diikuti Sibolga 0,75 persen, Pematang Siantar 0,66 persen dan Padang Sidempuan 0,54 persen. Sumut sendiri menorehkan laju inflasi Maret 2016 0,84%.

Selain Medan, Wien menambahkan duet komoditas tersebut juga menjadi pemicu inflasi di kota IHK lainnya di Sumut.

Adapun, pada kuartal I/2016, inflasi Sumut telah menyentuh 2 persen dengan rincian inflasi tertinggi di Sibolga 2,57 persen, diikuti Medan 2,18 persen, Padang Sidempuan 1,07 persen dan Pematang Sinatar 0,77 persen. Dengan besaran inflasi tersebut, maka year on year inflasi Sumut yakni 7,16 persen.

Secara keseluruhan, bahan makanan masih memiliki andil terbesar di Sumut dengan 0,49 persen dan laju inflasi 1,98 persen, diikuti makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan andil 0,21 persen dan inflasi 1,3 persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in