Home | Jurnal Medan | Uang Pecahan Besar Paling Rawan Dipalsukan

Uang Pecahan Besar Paling Rawan Dipalsukan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu. Sebab tingkat peredaran upal terbilang cukup tinggi.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut Darmadi Sudibyo mengatakan, pecahan yang sering dipalsukan adalah Rp100.000 dan Rp50.000. Dimana tercatat dalam Statistik Sistem Pembayaran Temuan Uang Palsu di Kantor Perwakilan BI Sumut pada 2013, 2014 dan 2015 mencapai 3.554 bilyet, 2.565 bilyet dan 5.031 bilyet.

Sedangkan jumlah temuan uang palsu untuk Kantor Perwakilan BI Sibolga dan Pematang Siantar pada 2015 mencapai 93 lembar dan 199 lembar. Darmadi mengungkapkan tren temuan uang palsu tidak pasti kadang naik dan turun.

Sudibyo juga mengatakan, guna memperkecil kerugian akibat uang palsu, pihaknya selalu melakukan edukasi dan sosialisasi ciri-ciri uang asli. Sedangkan perbandingan jumlah temuan uang palsu yakni satu lembar dibanding 4 juta bilyet (lembar).

Pihaknya pun mengimbau kepada pelaku usaha, masyarakat dengan mengenali warna uang terlihat terang dan jelas, benang pengaman, optically variable ink (OVI), teknik cetak khusus, kode tuna netra, tanda air, gambar saling isi, serta tulisan mikro yang bisa dilihat dengan alat bantu kaca pembesar dan sinar ultraviolet. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in