Home | Jurnal Medan | Industri BPR Masih Pesimis di Tahun Ini

Industri BPR Masih Pesimis di Tahun Ini

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Asosiasi Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) masih menaruh ketidak optimisan bahwa kondisi perbankan sektor BPR akan membaik di tahun ini. Sebab di 2015, pertumbuhan untuk sektor kredit penyalurannya hanya 10 persen dengan angka non performing loan (NPL) atau kredit macet di atas 7 persen.

Sekretaris Perbarindo Sumut, Bumaman Teodeki Tarigan melihat, pada tahun ini masih belum ada kabar baik bahwa kondisi industri perbankan dapat melaju tumbuh tanpa perlambatan. Indikatornya dilihat dari penyaluran kredit. Sebab BPR yang memiliki segmen pasar ke sektor pertanian seperti komoditas alam yakni sawit (CPO) dan karet, saat ini harganya relatif rendah dan tidak stabil.

Sedangkan dari segmen di sektor perdagangan mikro dan kecil yang menjadi andalan juga masih belum terlalu bergairah karena tingkat konsumsi masyarakat yang rendah dari dampak kondisi perekonomian melambat.

Begitupun, Perbarindo pada tahun ini menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit dapat tumbuh sekitar 15 persen, dengan angka NPL yang terjaga.

Upaya yang dilakukan agar NPL terjaga dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Saat ini tiap BPR cenderung lebih selektif dalam penyalurannya ke nasabah. Kemudian bila debitur kesulitan membayar, maka akan diterapkan remedial dalam teknik penagihan yaitu mengangsur jika konsumen ternyata hanya bisa melakukan pembayaran angsuran sesuai dengan negosiasi. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in