Home | Jurnal Medan | Kurangi Kasus DBD Dinkes Diminta Lakukan Epidemiologi

Kurangi Kasus DBD Dinkes Diminta Lakukan Epidemiologi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Medan hingga Februari 2016 ada 296 orang dan 3 meninggal. Maka, untuk mengantisipasi merebaknya kasus yang meresahkan masyarakat menurut pengamat kesehatan DR Umar Zein berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Penyelidikan Epidemiologi (PE) itu mencari sumber kasus penularan. Ini merupakan upaya menghambat penyebaran terjadinya DBD dan juga penyakit menular lainnya. Sedangkan untuk antisipasi gigitan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penular penyakit DBD, Umar mengatakan dengan mengurangi populasi nyamuk tersebut yaitu melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Disinggung dengan kondisi cuaca hujan saat ini di Medan, Umar menilai perlunya dilakukan foging fokus yaitu mencari sumber penularan DBD apakah di rumah atau di sekolah dengan radius seratus meter.

DBD jelasnya, adalah demam akut artinya bisa tiba-tiba dan waktunya 2 sampai 7 hari dan aada juga yang 11 hari. Kalau diatas 7 hari itu biasanya sudah sembuh dan masa krisisnya 3 sampai 5 hari yang dapat menyebabkan terjadinya Dengue Shock Syndrom dan dapat menyebabkan kematian.

Kota Medan, merupakan daerah endemis. Tiap ada pasien demam akut yaitu sakit kepala, nyeri sendi, mual muntah, adanya bintik merah di kulit, perdarahan. Ini dicurigai DBD dan harus diperiksa apa indikatornya. Kalau DBD itu ada yang ringan, sedang dan berat dan kalau mengarah ke berat harus dirawat di rumah sakit.

Maka perlu dilakukan pengawasan terhadap orang yang demam selama 3 sampai 5 hari dan yang penting pemberian cairan yang cukup.

DBD ada 4 grade dan yang berat yaitu di grade 3 dan 4 sehingga harus memerlukan penanganan di rumah sakit karena bisa meninggal, supaya fase kritis bisa dilewati. Kalau sudah terlambat, susah untuk diobatai. Umumnya yang terserang DBD itu usia bayi dan remaja. Penyakit DBD yang dapat menyebabkan kematian itu biasanya disertai dengan penyakit lain misalnya kurang gizi. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in