Home | Jurnal Medan | Gapkindo Berharap Industri Karet Tetap Daftar Negatif Investasi

Gapkindo Berharap Industri Karet Tetap Daftar Negatif Investasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menaruh harapan pemerintah tetap memasukkan industri crumb rubber dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). Sebab secara nasional kekurangan bahan baku karet masih lebih dari 40 persen. Terlihat dari kapasitas terpasang industri yang lebih dari 4,6 juta ton per tahun, sementara bahan baku yang ada sekitar 3 juta ton.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, keputusan pemerintah melalui paket ekonomi jilid X yang salah satunya membuka 100 persen industri crumb rubber kepada pihak asing merupakan momentum runtuhnya kedaulatan industri karet Indonesia. Sebab menurutnya mengundang penanaman modal asing (PMA) untuk industri hilirisasi karet merupakan langkah yang lebih tepat dibandingkan untuk sektor hulu yang saat ini kekurangan bahan baku 40 persen.

Pemerintah pun dipandang terlampau terburu-buru membuka 100 persen industri crumb rubber untuk PMA tanpa naskah akademis atau kajian yang tidak melibatkan asosiasi menaungi industri karet.

Bila tidak ada lagi badan kerjasama internasional yang mengurus stabilisasi harga karet di pasar global maka harga karet akan semakin lemah, sehingga tidak lagi menguntungkan mengusahakan kebun karet dan juga industri karet.

Untuk itu industri crumb rubber diharapkan tetap diatur di dalam DNI, dimana industri tersebut termasuk dalam bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan seperti rekomendasi teknis tentang kecukupan bahan baku dari Kementerian Pertanian. Dengan cumb rubber tidak lagi masuk dalam DNI, maka pabrikan semakin banyak dan menimbulkan persaingan tidak sehat untuk mendapatkan bahan baku yang pada akhirnya juga nantinya akan merusak petani.

Untuk diketahui, pemerintah melakukan revisi DNI di dalam Perpres Nomor 28 tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, salah satunya terkait dengan karet. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in