Home | Jurnal Medan | Musim Hujan, Waspadai Chikungunya dan DBD

Musim Hujan, Waspadai Chikungunya dan DBD

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kondisi cuaca hujan dan panas yang terjadi akhi akhir ini sangat mendukung berlangsungnya perkembangan sarang nyamuk. Salah satu penyakit yang harus diwaspadai sebagai dampak dari gigitan nyamuk selain DBD adalah Chikungunya.

Konsultan penyakit tropik dan infeksi DR Umar Zein mengatakan, penyakit chikungunya disebabkan oleh nyamuk aides albopictus. Serupa dengan nyamuk aides aegepty yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD), nyamuk aides albopictus juga sangat mudah untuk berkembangbiak dimusim penghujan dan panas seperti yang berlangsung sekarang ini .

Umar Zein menjelaskan, bahwasanya dahulunya nyamuk aides albopictus tersebut merupakan nyamuk kebun. Namun saat ini, nyamuk tersebut sudah terdapat diperkotaan.

Kasus ditemukannya di Kota Medan kata Umar Zein tetap ada sepanjang tahun dan memiliki ciri ciri utama yaitu nyeri sendi yang menyebabkan sulit untuk berjalan. Sedangkan DBD, masa krisis 3 sampai 5 hari demam dan menyebabkan kematian bisa dikarenakan penderita datang sudah dalam keadaan berat, jenis virus, infeksi sekunder dan adanya penyakit lain.

Menurutnya, perkembangan nyamuk sebagai vektor DBD dan Chikungunya, seekor nyamuk bisa bertelur sampai 200 dan menggigit sampai 10 kali. Dimana Satu nyamuk bisa menggigit berkali kali atau multiple biter. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in