Home | Jurnal Medan | Gelombang PHK Dikhawatirkan Berimplikasi ke Kemiskinan

Gelombang PHK Dikhawatirkan Berimplikasi ke Kemiskinan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Gelombang Pemberhentian Hak Kerja (PHK) yang berdampak pada angka pengangguran dan berimplikasi ke kemiskinan diprediksi bakal kian melebar di rahun ini karena banyak perusahaan yang mulai melakukan penutupan pabtik akibat kondisi perekonomian.

Pengamat sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suryadi mengatakan, dampak terburuk dari banyaknya perusahaan-perusahaan tutup adalah pengangguran semakin bertambah. Jika pengangguran bertambah maka Indonesia akan rentan dengan kemiskinan.

Konsekuensinya, secara makro maka stabilitas akan terganggu. Orang akan mengalami defresi dan stres ditambah lagi pemerintah belum dapat memberikan atau membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang menganggur. Jika ini tidak dapat di atasi oleh pemerintah, maka tingkat kriminalitas juga akan tinggi. Karena masyarakat butuh pekerjaan, butuh makan sementara tidak ada solusi untuk masalah ini.

Menurutnya, henkangnya sejumlah perusahaan disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya perekonomian Indonesia yang tidak kondusif. Atau juga spekulasi tenaga kerja yang mereka butuhkan adalah tenaga kerja yang trampil dan sementara itu tidak dimiliki. Selain itu, meski ada paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan, tetapi pengusaha melihat peluang tersebut masih tertutup.

Agus menambahkan, pemerintah harus menjalankan kebijakan-kebijakan yang sudah ada dengan sungguh-sungguh dan sebaik mungkin. Kebijakan ini juga diharapkan dapat menyerap investasi yang nantinya dapat menyerap lapangan pekerjaan baru. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in