Home | Jurnal Medan | Perkebunan Karet Masuki Musim Gugur

Perkebunan Karet Masuki Musim Gugur

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Perkebunan karet di Sumatera Utara (Sumut) saat ini sedang memasuki musim gugur daun. Namun kondisi ini tidak mempengaruhi harga jual karet ditingkat petani, justru nilai jual kian melemah dikisaran Rp4.500-Rp5.000 per kilogram (kg)

Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, hampir seluruh kebun karet di Sumut mengalami gugur daun. Sebagian kecil ada yang berdaun muda dan ada yang sudah 100 persen gugur.

Gugur daun pada tanaman yang berproduksi mengakibatkan produksi karet berkurang. Jika secara produksi, pada saat gugur daun habis atau baru muncul daun muda maka produksinya hanya sekitar 30 persen dibanding normalnya dan pada saat puncaknya produksinya mencapai 70 persen.

Biasanya untuk musim gugur daun di setiap daerah puncaknya berbeda-beda. Ini tergantung dari jenis tanaman dan bisa jadi yang diperbatasan Aceh saat ini belum mengalami gugur. Dengan berkurangnya produksi karet di Sumut, justru hal ini tidak menyebabkan harga karet ditingkat petani terdorong naik.

Dampak dari turunnya produksi karet di Sumut, juga berdampak terhadap kurangnya bahan baku di pabrik Crumb Rubber di Sumut. Saat ini mayoritas pabrik mengalami "mati suri". Banyak faktor yang menyebabkan industri karet terus mengalami penurunan salah satunya yaitu banyak petani yang melakukan peralihan kebun, ada yang menjadi kebun sawit dan ada juga yang dijual.

Dengan sulitnya memperoleh bahan baku ini, banyak perusahaan atau industri kemudian melakikan pengurangan jumlah jam operasional, yang kemudian berimbas pada pengurangan jumlah jam operasional. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in