Home | Jurnal Medan | Produsen Karet Kurangi Volume Ekspor

Produsen Karet Kurangi Volume Ekspor

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Negara produsen utama karet yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) sepakat mengurangi volume ekspor 615.000 ton untuk menahan harga agar tidak semakin anjlok.

Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan negara penghasil utama karet yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand ditambah Vietnam yang baru bergabung menjadi anggota sepakat mengurangi volume ekspor 615.000 ton.

Sementara mengenai rincian volume ekspor yang dikurangi per negara, dia mengaku belum mendapat informasi resmi terkait hal ini.

Mengenai waktu pelaksanaan, ada perubahan dari sebelumnya disebutkan mulai Februari 2016 mundur menjadi Maret hingga Agustus 2016 atau selama enam bulan ke depan. Dalam kurun waktu itu, diharapkan ada peningkatan harga secara bertahap.

Kesepakatan ini merupakan yang keempat kali untuk menjaga harga karet. Terakhir, ITRC menyepakati pengurangan volume ekspor pada Oktober 2012 selama enam bulan hingga Maret 2013. Dari kesepakatan tersebut, harga karet bisa terdongkrak hingga mencapai USD3,03 per kg dari sebelumnya turun hingga USD2,6 per kg.

Pada tahun ini, harga karet berada pada kisaran USD1,07 per kilogram (kg) untuk pengapalan Februari 2016. Penurunan harga terjadi karena pelemahan permintaan  dari negara-negara pengimpor utama. Seiring itu, volume ekspor juga turun dratis. Berdasarkan data Gapkindo Sumut, total volume ekspor Sumut pada 2015 sebesar 436.197 ton. Jumlah ini turun dibandingkan 2014 sebesar 451.457 ton. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in