Home | Jurnal Medan | Harga Daging Melambung, Pedagang Tekor

Harga Daging Melambung, Pedagang Tekor

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Melambung tingginya harga daging sapi hingga mencapai Rp110 ribu perkilogramnya, membuat para pedagang tekor. Sebab pendapatan mereka menurun drastis hingga 70 persen.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Petisah, Saprial mengakui, penurunan penjualan kian terasa sejak 16 Januari 2016 lalu, sejak penetapan kewajiban pengenaan Pajak Penerimaan Negara (PPN) sebesar 10 persen yang dibebankan ke para pedagang besar untuk jenis sapi import. Pengenaan pajak tersebutlah yang membuat harga daging di pasaran tak dapat dibendung kenaikannya. Akibatnya, tingkat daya beli masyarakat pun menurun.

Saprial mengakui, bahwa akibat menurunnya tingkat daya beli masyarakat, kemudian secara otomatis jumlah pemotongan hewan di kurangi. Ia yang sehari-hari sebagai tukang jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar biasanya memotong minimal 45 ekor sapi per hari, kemudian turun menjadi hanya 10 ekor.

Pihaknyapun berharap kepada pemerintah untuk harus menghapuskan PPN tersebut agar harga daging sapi dapat kembali normal. Sebab ia khawatir, bila harga tetap bertahan naik, maka perekonomian bakal lumpuh.RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in