Home | Jurnal Medan | 70 Persen Hewan Ternak di Sumut Terbebas Penyakit Ngorok

70 Persen Hewan Ternak di Sumut Terbebas Penyakit Ngorok

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengklaim, bahwa sudah 70 persen hewan ternak di Sumatera Utara terbebas dari penyakit ngorok.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, Parmohonan Lubis mengatakan, untuk meningkatkan produksi sapi domestik, kesehatan hewan ternak harus dipelihara. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut pun kini tengah melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit musiman. Penyakit yang rentan menyerang sapi adalah ngorok, karena bisa menimbulkan kematian.

Siklus penyakit ngorok pada sapi biasanya menyerang hewan ternak saat pergantian musim dari kemarau ke penghujan. Untuk mencegah adanya ledakan penyakit, maka pihaknya melakukan vaksinasi pada hewan ternak.

Parmohonan memerinci beberapa daerah yang sempat terserang penyakit ngorok yakni Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Padang Lawas. Dia mengatakan tiap-tiap daerah juga telah mengalokasikan anggaran tetap untuk menjaga kesehatan dan populasi ternak.

Tercatat, pada tahun ini produksi sapi ditargetkan sebanyak 153.240 ton daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Target produksi daging pada tahun ini diperoleh dari populasi sapi 678.542 ekor, kerbau 133.174 dan kambing 464.378 ekor. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in