Home | Jurnal Medan | Kawasan Mangrove Pantai Timur Ditargetkan Jadi Ekowisata

Kawasan Mangrove Pantai Timur Ditargetkan Jadi Ekowisata

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Balai Lingkungan Hidup (BLH) mendorong kawasan mangrove yang berada di sepanjang pesisir pantai timur Provinsi Sumatera Utara menjadi kawasan ekowisata, yang tidak hanya sebagai tempat wisata namun juga tempat pembelajaran.

Sekretaris BLH Provinsi Sumut, Siti Bayu Nasution mengatakan, pantai timur merupakan kawasan dari gugusan mangrove terbesar di Pulau Sumatera. Luas hutan bakau ini mencapai 287.585 hektare yang berada di sepanjang hilir pantai timur. Mulai dari Tanjung Balai Asahan, Serdang Bedagai, Batubara, Percut Deli Serdang hingga kawasan hutan mangrove di Kabupaten Langkat.

Maka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove, BLH bersama dengan DPD RI, Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) dan turut menggandeng 5 Konsulat Jenderal (Konjen) melakukan penyusuran ekowisata pesisir pantai timur.

Siti turut mengatakan, penyusuran dilakukan sebagai bagian dari unit pelayanan teknis (UPT) pusat kajian ekonomi pesisir dan laut. Harapannya melalui penyusuran Pantai Timur Sumatra, maka ekowisata mangrove bisa menjadi tujuan wisata.

Dia memerinci, konsulat jenderal yang terlibat dalam penyusuran hutan mangrove yakni Konsuulat Jendral Jepang, Malaysia, Belanda, Amerika dan India yang berada di Kota Medan. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in