Home | Jurnal Medan | Ekspor Karet di 2015 Paling Buruk

Ekspor Karet di 2015 Paling Buruk

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Tahun 2015 menjadi tahun yang paling terpukul bagi petani dan pengusaha karet tanah air, karena harganya yang anjlok sangat dalam, juga angka volume (permintaan) ekspornya yang menurun drastis.

Sekretaris Gabungan Petani Karet Indonesia (Gapkindo) Wilayah Sumatera Utara, Edy Irwansyah mengatakan, pada tahun ini angka volume ekspor karet turun sekitar 4,03 persen. Dimana hanya 432 ribu ton, dibanding tahun lalu dengan periode yang sama sebanyak 450 ribu ton. Kemudian dari sisi produksi juga tercatat mengalami penurunan sekitar 4,13 persen atau hanya sekitar 445 ribu ton, sedangkan tahun lalu dengan periode yang sama mencapai 464 ribu ton.

Menurun drastisnya volume ekspor karet pada tahun ini karena konsumen utama yang menjadi negara tujuan ekspor mengurangi volume karet yang dibeli, yakni dari negara China, Amerika dan Jepang.

Kemudian dari sisi harga, juga sejak tahun 2011 mengalami penurunan yang sangat jauh, bahkan dianggap tidak menguntungkan. Hal ini jugalah yang menjadi pemicu produksi karet di Sumatera Utara mengalami penurunan karena tanaman karet yang sebagian besar dimiliki rakyat sudah dialih fungsihkan, akibat dianggap tidak menguntungkan. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in