Home | Jurnal Medan | Produk Syariah Masih Minim Peminat

Produk Syariah Masih Minim Peminat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sebagai negara dengan mayoritas muslim, namun ketertarikan masyarakat menggunakan layanan syariah masih minim. Hal itu dapat dilihat dari perkembangan perbankan syariah yang masih ketinggalan dibandingkan perbankan konvensional, mulai dari produk hingga Sumber Daya Manusia (SDM).

Arbiter Badan Arbiter Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumut, M Syahnan mengatakan, dilihat dari perkebangannya, tingkat ketertarikan masyarakat menggunakan produk syariah masih minim. Bahkan masih jauh kecil perkembangannya bila dibandingkan dengan di negara mayoritas non muslim.

Padahal dilihat dari peluangnya, Indonesia memiliki potensi mengembangkan produk syariah. Tidak hanya di sektor jasa keuangan perbankan, namun juga dapat dikembangkan di sektor lini jasa, pertanian, peternakan hingga kuliner.

Sementara itu, untuk di sektor perbankan syariah, pada tahun ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan, angka market share di Sumut dapat tergenjot diatas level 5 persen. Dimana market sharenya hingga Oktober baru di kisaran 4,61 persen.

Masih rendahnya market share perbankan syariah disebabkan tingkat literasi masyarakat terhadap perbankan syariah masih rendah. Seingga perlu ditingkatkan edukasi, promosi dan kampanye kepada masyarakat secara luas untuk memperbesar share perbankan syariah. Sebab potensi pasar perbankan syariah masih cukup besar. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in