Home | Jurnal Medan | 620 Hektare Lahan Sawit Berhasil Terkonversi ke Bakau

620 Hektare Lahan Sawit Berhasil Terkonversi ke Bakau

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) mengaku sudah berhasil mengembalikan 620 hektare yang teralih fungsih (terkonfrensi) dari tanaman hutan mangrove menjadi tanaman sawit di wilayah pantai timur Provinsi Sumatera Utara.

CEO Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) wilayah Medan, Bambang Suprayogi mengatakan, 620 hektare yang kini sudah tertanami kembali hutan bakau, berada di 500 hektare di Lubuk Kertang, Langkat dan 120 hektare di Suaka Margasatwa.

Bambang juga menyebutkan, kondisi hutan mangrove di Sumatera Utara sudah kian kritis. Dari hasil pemetaan yang dilakukan tahun 2014, hanya tersisa 36.000 hektare hutan bakau yang masih terjaga. Angka itu jauh lebih sedikit bila dibandingkan  jumlah tanaman mangrove tahun 1989 yang mencapai 96.000 hektare. Sehingga perlu upaya percepatan penyelamatan ekosistem tersebut. Sebab mangrove merupakan salah satu tumbuhan yang sangat berperan penting di dalam ekosistem laut.

Sementara secara nasional, kerusakan yang terjadi berlangsung begitu cepat, menyebabkan luasan mangrove kini tinggal 2,1 juta hektare dari sebelumnya tahun 1990 sekira 6,8 juta hektare. Dari luas itu, diantaranya mangrove di Sumut tahun 1989 seluas 96.000 hektare, tahun 2002 jadi 63.000 hektare, tahun 2009 susut lagi tinggal 26.000 hektare dan tahun 2014 tumbuh kembali jadi 36.000 hektare karena adanya upaya penanaman kembali hutan mangrove di beberapa kawasan di daerah ini. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in