Home | Jurnal Medan | Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi Laut

Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi Laut

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Provinsi Sumatera Utara sudah memasuki puncak musim penghujan, dengan intensitas antara ringan hingga sedang. Hal yang perlu di waspadai adalah ancaman peningkatan gelombang khususnya bagi nelayan.

Petugas Analis Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Dody Syahputra mengatakan, pola hujannya masih paling besar berpeluang terjadi pada sore dan atau malam hari, dengan kecenderungan hujannya bersifat menyeluruh terjadi di seluruh wilayah pantai timur dan pegunungan sumatera utara, dengan disertai angin kencang dan juga petir.

Sementara itu, kepada para nelayan atau yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut, dihimbau untuk lebih waspada. Sebab tinggi gelombang terlihat akan ada peningkatan antara 5-10 meter dari atas permukaan laut.

Berdasarkan pantauan satelit cuaca, air muka laut yang berpeluang besar naik yakni berada di daerah perairab Semeuleu Meulaboh, kemudian Samudra Hindia Aceh dan Kepulauan Nias. Dengan kenaikan tinggi gelombang maksimal bisa mencapai 2,0 meter.

Lalu juga di wilayah Selat Malaka baguan utara perairan Sabang Aceh dan Sibolga, dengan potenai kenaikan maksimal tinggi gelombang 1,5 meter dari atas permukaan laut.

Sedangkan Sumut sendiri, meski saat ini dalam kategori musim penghujan, namum pada siang harinya cuacanya panas dengan suhu sekitar 33 deeajat celcius. Sementara puncak hujan sendiri akan mulai berkurang saat sudah memasuki bulan desember nanti. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in