Home | Jurnal Medan | 90 Persen Mangrove di Sumut Rusak Parah

90 Persen Mangrove di Sumut Rusak Parah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kerusakan hutan mangrove di wilayah pesisir pantai timur Provinsi Sumatera Utara kian parah. Sebab, hanya bersisa 10 persen hutan yang masih terjaga. Sisanya 90 persen sudah dalam kondisi rusak parah akibat alih fungsih lahan, perubahan ekosistem, dan salah pemanfaatan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumut, Hidayati mengatakan, alih fungsih lahan terjadi karena banyak masyarakat yang tidak paham manfaat dari mangrove. Ditambah lagi tingkat kesadaran yang rendah, dengan melakukan eksplotasi secara berlebihan hingga merusak pertumbuhan, seperti membuka tambak ikan, atau mengambil kayunya dan sebagainya, tanpa memperhatikan unsur kelestarian.

Rata-rata, tindakan pengrusakan dilakukan karena didorong oleh faktor kemiskinan. Sebab hampir 50 persen hutan mangrove yang hilang, telah dialih fungsihkan lahannya ke tanaman jenis sawit. Kerusakan lahan sendiri, berdasarkan hasil dari pemetaan yang dilakukan, paling banyak berada di Kabupaten Langkat.

Sementara itu, guna mereduksi tingkat kerusakan yang kian parah, saat ini sudab dilakukan kerjasama dengan Pangkalan Utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Lantamal) dan pihak keamanan terkait, untuk bersama menjaga mangrove. Dimana bila ada yang diketahui melakukan kerusakan, agar ditindak.

BLH sendiri mengaku, bahwa upaya pelestarian sudah dilakukan, dengan penanaman kembali mangrove seluas 5.000 hektare, serta pemberdayaan keahlian masyarakat sekitar tumbuhan mangrove. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in