Home | Jurnal Medan | Perekonomian Melesu, Kredit Macet BPR 8,22 Persen

Perekonomian Melesu, Kredit Macet BPR 8,22 Persen

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sumut mulai berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya ke debitur. Angka kredit macet atau non performing loan (NPL) yang tinggi, menjadi alasan perbankan memperkecil kuantitas, guna meredam resiko kerugian akibat gagal bayar nasabah.

Direktur Utama (Dirut) PT BPR Nusantara Bona Pasogit (NBP) wilayah Sumut, Budianto Ginting mengatakan, saat ini para pelaku usaha BPR sudah mulai menjaga kuantitas penyaluran. Sebab rata-rata kredit macet di NBP saja di tahun ini diakuinya berada pada kisaran antara 4-5 persen. 

Kondisi kredit macet yang tinggi itulah, menjadi dilema bagi pelaku perbankan dalam meningkatkan kualitas penyaluran. Namun Bona berharap, angka NPL sebelum akhir tahun ini dapat lebih baik (mengalami penurunan), sehingga angka target penyaluran kredit sebesar 12-15 persen dapat tercapai. Sedangkan outstanding penyaluran kredit NBP hingga Oktober 2015 saja, diakuinya sudah sekitar 10-11 persen. 

Bona memerinci, dari total kredit yang telah disalurkan, masih lebih di dominasi ke sektor perdagangan, kemudian disusul ke sektor konsumtif.

Sementara itu, berdasarkan data dari Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatera Utara, angka non perfoming loan (NPL) BPR tercatat hingga September 2015 sudah mencapai 8,11 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan aset BPR sebesar Rp1,15 triliun, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 0,88 persen dan kredit (total pembiayaan) hanya tumbuh sebesar Rp83 miliar. Sementara LDR BPR per September 2015 sebesar 94,32 persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in