Home | Jurnal Medan | Pakaian Jadi dan Handuk Wajib SNI

Pakaian Jadi dan Handuk Wajib SNI

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Guna mengendalikan import, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai tahun depan berlakukan aturan wajib SNI terhadap pakaian jadi dan handuk mulai tahun depan.

Kepala Bidang (Kabid) Penyiapan Penerapan dan Kerja Sama Standar, Pusat Standarisasi Kemenperin, Azriadi mengatakan, sebelum pemberlakuan kewajiban SNI tersebut, saat ini pemerintah masih merangkum dan mengkaji usulan dan masukan dari masyarakat terkait regulasi tersebut.

Diterangkannya, alasan pemberlakuan SNI yang wajib untuk pakaian jadi dan handuk, guna mengatur standar dari beberapa parameter yang harus dipenuhi meliputi kandungan zat warna AZO, kadar formaldehida dan kadar logam terekstraksi. Sebab kandungan-kandungan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain melindungi konsumen, kebijakan SNI ini juga dimaksudkan untuk melindungi industri dalam negeri dari gempuran produk impor yang tak berkualitas. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah yang terus menekan angka impor pakaian jadi. Dengan begitu, pakaian dan handuk produksi lokal bisa lebih laris di pasaran. Pakaian jadi yang diperdagangkan di dalam negeri, yang berasal dari hasil produksi dalam negeri atau impor wajib memenuhi persyaratan yakni memiliki SPPT SNI dan membubuhkan tanda SNI. Apabila tidak memenuhi ketentuan dan sudah berada di dalam kawasan pabean Indonesia, wajib direekspor atau dimusnahkan oleh importir.

Sementara itu, untuk pakaian yang berasal dari produksi dalam negeri yang tidak memenuhi ketentuan, akan dilarang beredar. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in