Home | Jurnal Medan | Impor Kebutuhan Industri Menurun

Impor Kebutuhan Industri Menurun

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pelaku industri mulai mengetatkan ikat pinggang ditengah kondisi perekonomian yang belum pulih saat sekarang ini, dengan memperkecil importasi kebutuhan produksi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono mengatakan, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor dari golongan bahan baku penolong mengalami penurunan US$642,49 juta (-26,93%), diikuti barang modal turun sebesar US$140,57 juta (-23,65%), yang biasa digunakan sebagai kebutuhan industri. Penurunan ini terjadi juga bisa disebabkan karena kondisi mata uang rupiah yang berfluktuatif dan masih menunjukkan pelemahan.

Produk lain yang turut mengalami penurunan impor yakni jenis barang konsumsi, turun sekitar US$151,55 juta (-17,66%).

Sementara itu, bila dihitung secara kumulatif (year on year), nilai impor melalui Sumatera Utara di September 2015, dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 25,25 persen.

Sedangkan untuk negara yang paling besar melakukan impor, yakni dari TiongkokUS$65,56 juta dengan perannya mencapai 18,51 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Malaysia sebesar US$46,81 juta (13,21%), dan Singapura sebesar US$41,17 juta (11,62%). RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in