Home | Jurnal Medan | Kebijakan Moneter GWM, Ditargetkan Mampu Genjot Kredit

Kebijakan Moneter GWM, Ditargetkan Mampu Genjot Kredit

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter giro wajib minimum (GWM) primer, peluang bagi perbankan untuk menggenjot penyalurkan kredit.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara - Difi Ahmad Johansyah mengungkapkan, penurunan GWM primer dari posisi 8% menjadi 7,5% merupakan sinyal dari BI yang siap melonggarkan kebijakan moneter. Pelonggaran diberikan lewat kuantitas, dengan mengendalikan jumlah uang beredar dan price.

Sementara itu, lewat adanya pelonggaran ini, diharapkan dapat menambah likuiditas di perbankan, sehingga bisa digunakan perbankan untuk memberikan kredit. Difi pun optimis, sinyal ini akan direspon oleh sektor ril dan perbankan.

Terkait penyaluran kredit, kondisi di Sumut cukup sektoral karena masih didominasi oleh komoditas. Di sisi lain, dia tak menampik bahwa permintaan dari sektor ril masih melemah, sehingga BI tengah berupaya untuk memulihkan demand sesuai dengan kewenangan otoritas. Penyaluran kredit di bank pun optimis akan sampai target, walaupun pada tahun ini perbankan cenderung mengutaman kualitas dibanding kuantitas agar non performing loan (NPL) tidak mengalami kenaikan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BI Sumut, total kredit di Sumut mencapai Rp175,63 triliun pada Agustus 2015, tumbuh 12,3% dari posisi Rp166,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) di Sumut hingga Agustus 2015 mencapai Rp187,08 triliun, tumbuh 11,96% secara year on year. Adapun rasio kredit terhadap DPK (loan to deposit ratio/LDR) pada Agustus 2015 mencapai  93,88% dan NPL netto 2,5%. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in