Home | Jurnal Medan | Saham Perbankan Masih Mampu Perkasa di Tengah Tekanan Pasar

Saham Perbankan Masih Mampu Perkasa di Tengah Tekanan Pasar

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kinerja saham perbankan masih mampu berbalik ditengah tekanan pasar akibat kejatuhan indeks bursa saham sebelumnya. Meski dilain sisi ada juga saham yang tidak mampu melakukan hal yang serupa. Khususnya saham-saham yang tidak memiliki likuiditas besar.

Analis Danareksa Medan - Gunawan Benjamin menuturkan, saham-saham besar seperti BRI, Mandiri, BCA, BTN, BNI merupakan saham-saham besar yang mewakili saham-saham perbankan yang mampu bangkit setelah mengalami keterpurukan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpuruk dalam di tahun ini pada akhir bulan September. IHSG sempat terpuruk hingga ke level 4.120 saat itu.

Akan tetapi, saat ini IHSG mampu merangkak naik dilevel 4.451,589. Dan dari sejumlah saham perbankan, BBRI menjadi emiten perbankan yang mampu mengikuti irama pemulihan IHSG. BRI yang sempat terpuruk ke level 8.300 mampu merangkak naik di level 10.475. Walaupun tidak sebaik BRI kinerja harga sahamnya. BMRI juga mampu pulih dari 7.525 menjadi 8.175 saat ini.

Kinerja harga saham BTN juga mampu mengalami pemulihan dari posisi 945 per lembar di akhir bulan September, saat ini diperdagangkan di 1.120. Hal yang sama juga mampu ditorehkan oleh saham BCA, yang sepat terpuruk 11.475 saat ini 12.975 per lembar.

Akan tetapi tidak semua saham bernasib sama seperti saham-saham yang disebutkan tersebut. Saham asli Sumut yakni Bank Mestika Dharma justru bergerak diluar kinerja saham perbankan yang disebutkan sebelumnya. Harga saham Bank Mestika yang sempat terpuruk hingga ke level 1.400 per lembar d awal tahun dan di bulan Mei, saat ini bertengger di level 1.560 per lembar.

Hal yang sama juga dibukukan oleh kinerja Bank Kesawan atau BKSW. Saham BKSW terpantau flat dikisaran 300 per lembar. Tidak mengalami perubahan yang signifikan. Kinerja saham perbankan memang pada dasarnya tidak begitu baik, walau demikian masih sebagian besar saham cenderung bergerak lambat dalam rentang yang tidak mengalami perubahan.

Saham-saham kecil memang cenderung tidak likuid. Namun agar likuid juga perkara yang mudah. Salah satu yang menjad ukuran saham itu diminati investor adalah kinerja perusahaannya. Termasuk kinerja laporan keuangan yang diekspektasikan. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in