Home | Jurnal Medan | Pelaksanaan Festival Danau Toba Kurang Kordinasi

Pelaksanaan Festival Danau Toba Kurang Kordinasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Semarak pelaksanaan Festival Danau Toba 2014, diakui tidak sebesar pelaksanaan even serupa pada tahun lalu. Kondisi itu diakui terjadi akibat masih lemahnya kordinasi antar pemerintah selaku pelaksana, di tengah sempitnya waktu pelaksanaan dengan momentum Pemilihan Presiden lalu.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, mengakui jika pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) pada tahun ini, tidak sesemarak pelaksanaan pada tahun lalu. Menurutnya kondisi itu terjadi akibat kurang maksimalnya persiapan pelaksanaan event tersebut. Sapta mengaku, selama ini kordinasi terkait persiapan FDT memang kurang maksimal. Padahal seperti pada tahun lalu, pembagian tugas sudah secara jelas disampaikan. Termasuk pembagian tugas promosi, kepada masyarat lokal, nasional dan internasional. Sapta juga mengatakan, pihaknya sangat memahami kondisi tersebut. Khususya karena promosi FDT tahun ini, beriringan dengan pelaksanaan Pemilu Presiden, yang sangat menyita perhatian masyarakat, maupun dunia internasional.

Meski begitu, Sapta optimis, pelaksanaan FDT pada tahun depan akan semakin baik, karena seluruh panitia, baik pusat maupun daerah, dapat belajar dari pelaksanaan FDT tahun ini. Festival Danau Toba 2014, dilaksanakan selama 5 hari, mulai 17 hingga 21 september, di Kota Balige Kabupaten Toba Samosir. Hampir sama dengan tahun lalu, pelaksanan FDT 2014 ini masih mengusung festival budaya batak dan ecosport. Hanya saja pada tahun ini, ada pemecahan rekor MURI dengan pembentangan ulos sepanjang 433 meter.-Aulia Siregar-

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in