Home | Jurnal Medan | Relokasi Pedagang Sukaramai, Berpotensi Ricuh

Relokasi Pedagang Sukaramai, Berpotensi Ricuh

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pedagang yang saat ini berjualan di emperan Bangunan Eks Pasar Sukaramai, akan direlokasi ke dalam pasar, seiring telah selesainya pembangunan pasar yang terbakar pada tahun 2011 lalu. Namun relokasi ini berpotensi ricuh, karena jumlah kios yang disediakan, tak cukup menampung seluruh pedagang.

Pembangunan pasar Sukaramai, yang terbakar pada 2011 lalu, kini telah rampung. Rencananya, pedagang yang selama ini terpaksa berjualan di emperan hingga ke badan jalan di sekitar pasar tersebut, akan direlokasi ke dalam pasar pada 17 september mendatang. Namun rencana relokasi ini memunculkan masalah, dimana hanya 667 kios yang dapat ditempati di dalam pasar tersebut. Sementara jumlah pedagang yang kini berjualan di emperen pasar telah mencapai lebih dari seribu pedagang.

Kepala PD Pasar Medan, Benny Sihotang mengatakan, sebagai solusi, pihaknya akan memindahkan sisa pedagang yang tidak tertampung ke pasar Denai, beberapa ratus meter dari pasar Sukaramai. Opsi itu menjadi pilihan akhir bagi para pedagang, yang notabene bukan merupakan korban pada kebakaran pasar sukaramai 2011 lalu. Benny menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas, jika ada pedagang yang membandel. Karena setelah 17 september, seluruh kios di emperan yang ada saat ini, akan ditertibkan.

Untuk mendapatkan satu kios di dalam pasar Sukaramai, selain harus terdata sebagai pedagang korban kebakaran, para pedagang juga harus merogoh kocek mulai dari Rp.60 juta hingga Rp. 100 juta, sebagai uang pengganti gedung . Pedagang juga akan dikenakan retribusi senlai Rp.120 ribu pertahun per pedagang. -Aulia Siregar-

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in