Home | Jurnal Medan | Wacana Substitusi Subsidi BBM Ke Infrastruktur, Dinilai Populis

Wacana Substitusi Subsidi BBM Ke Infrastruktur, Dinilai Populis

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Wacana Kamar Dagang dan Industri (Kadin) agar anggaran subsidi BBM disubstitusikan ke anggaran infrastuktur, dinilai cukup masuk akal. Selain karena kurang tepat sasaran, subsidi yang ada selama ini cenderung digunakan untuk kebutuhan konsumtif, dan bukan kegiatan produktif yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ekonom Universitas Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo menegaskan, pemerintah layak mempertimbangkan wacana pensubstitusian anggaran subsidi bbm senilai Rp.5 triliun ke anggaran infrastruktur di tiap-tiap provinsi, seperti yang telah disampaikan para pengusaha yang tergabung dalam Kadin. Menurut Wahyu, selama ini dana subsidi BBM senilai lebih dari Rp. 300 triliun, selalu menjadi momok bagi kegiatan perekonomian nasional. Hal itu karena subsidi BBM, cenderung digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Padahal jika anggaran subsidi dialihkan ke infrastruktur, maka kegiatan industri akan lebih efisien, karena turunnya biaya logistik yang harus ditanggung pengusaha, dan dirasakan masyarakat dalam hal kenaikan harga.

Wahyu menegaskan, meski akan memunculkan polemik dan gangguan ekonomi di awal pemberlakuan kebijakan itu, namun secara jangka panjang, kebijakan ini akan berdampak posiitif terhadap perekonomian nasional. Apalagi saat ini merupakan momen yang tepat untuk mencabut subsidi BBM, karena tingkat inflasi sepanjang tahun yang relatif rendah hingga agustus lalu. Hingga akhir tahun ini, inflasi diperkirakan masih akan tetap dibawah 10 persen, walau harga BBM dinaikkan sesuai dengan harga keekonomiannya. -Aulia Siregar-

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in