Home | Jurnal Medan | Didominasi Lulusan SD, Indonesia Bakal Sulit Bersaing Di M-E-A

Didominasi Lulusan SD, Indonesia Bakal Sulit Bersaing Di M-E-A

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Indonesia memang memiliki pertumbuhan ekonomi yang paling baik di kawasan ASEAN. Namun kondisi itu bisa berbalik, jika realisasi masyarakat ekonomi ASEAN tetap direalisasikan di 2015. Pasalnya, masyarakat sebagai komponen utama pertumbuhan ekonomi, akan sulit bersaing dengan sumber daya asing, akibat masih didominasi lulusan sekolah dasar.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mohammad Sohibul Iman mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihaknya badan pekerja DPR, terpetakan tingkat daya saing Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan empat negara pembentuk (ASEAN) lainnya.. Indonesia hanya berada di posisi kelima, walaupun potensi yang ada cukup besar.

Sohibul saat berada di Medan menjelaskan, faktor yang membuat tingkat daya saing Indonesia rendah, adalah karena kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang masih sangat rendah. Ditambah lagi biaya infrastruktur yang mahal dibandingkan negara lain. Menurutnya, perlu dilakukan perubahan paradigma, khususnya untuk menghadapi kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun depan. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada tahun ini, dalam rangka meningkatkan daya saing tersebut. Baik itu melalui pelatihan, sertifikasi, maupun modernisasi industri, khususnya di sektor industri padat karya.

Sohibul juga meminta seluruh elit bangsa ini untuk berhenti sejenak membahas perihal kontestasi politik. Ia mengajak seluruh stakeholder pemerintah untuk mulai fokus menangani pembangunan, yang jauh lebih substansial bagi kehidupan masyarakat., -Aulia Siregar-

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in