Home | Jurnal Medan | Suku Bunga Tinggi, Industri Di Sumut Alami Stagnasi

Suku Bunga Tinggi, Industri Di Sumut Alami Stagnasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pertumbuhan Industri di Sumatera Utara mengalami stagnasi sepanjang 2014 ini. Kondisi itu disebabkan oleh sulitnya pengusaha mendapatkan modal murah, untuk mengembangkan usaha, seiring tingginya suku bunga pinjaman yang diberlakukan perbankan.

Target pemerintah akan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 plus minus 1 persen yang ditargetkan untuk tahun ini diprediksi sulit tercapai. Hal ini merujuk pada kegiatan industri yang cenderung stagnan. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, Firsal Ferial Mutyara mengatakan, kegiatan ekonomi yang utamanya diwakili oleh industri besar di Sumut, saat ini mengalami stagnasi. Salah satunya disebabkan karena tingginya suku bunga pinjaman perbankan, yang secara moderat berkisar diantara 11%-16,5% saat ini.

Firsal mengaku, dengan stagnasi yang terjadi pada industri besar, Sumatera Utara kini hanya dapat mengandalkan industri mikro, kecil dan menengah, sebagai pendorong utama kegiatan ekonominya. Sektor UMKM ini masih mampu berjalan baik, dan meningkatkan kuantitasnya ditengah tingginya suku bunga. Namun begitu, UMKM juga sulit mengembangkan kualitas bisnisnya lantaran tingkat bunga yang mencapai 24 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, M Zein Siregar mengatakan, pemerintah sudah berupaya membantu meningkatkan kegiatan usaha, khususnya untuk UMKM, baik secara regulasi, perijinan maupun akses ke perbankan. Namun ia tak menampik jika operasional bisnis UMKM masih mengalami sejumlah hambatan, akibat kemampuan UMKM mengelola resiko dari kemudahan yang difasilitasi tersebut. -Aulia Siregar-

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in