Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/framework/full_page_cache.functions.php on line 133

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/vivvo_lite_site.php on line 115

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/radiosma/medan/lib/vivvo/vivvo_lite_site.php on line 328
Radio Smart FM - Smartorial : Surga Koruptor
Home | Jurnal Medan | Smartorial : Surga Koruptor

Smartorial : Surga Koruptor

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Negeri ini tak ubahnya surga bagi koruptor. Faktanya semakin banyak saja koruptor yang dibebaskan di negeri ini, dan banyak pula terpidana korupsi yang di vonis ringan. Pembebasan bersyarat Hartati Murdaya, terdakwa kasus suap izin perkebunan terhadap Bupati Buol, serta vonis empat tahun penjara untuk Ratu Atut dalam perkara suap terhadap mantan Ketua MK Akil Mochtar, menjadi bukti bahwa hukum kita tak serius menghukum koruptor.

Sungguh mengherankan, mengapa ada banyak putusan-putusan janggal dalam peradilan korupsi ketika kita sedang amat ingin memberangus korupsi di negeri ini.Mengapa para hakim korupsi itu begitu berbaik hati kepada terpidana. Apakah ada yang salah dalam materi tuntutan jaksa KPK, sehingga mudah dipatahkan hakim di persidangan. Atau ada hal lain, yang berbau tak sedap? Jika materi tuntutannya memang tak bermutu, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi komisi antikorupsi untuk memintarkan para penyidiknya. Tetapi jika vonis ringan itu karena proses persidangan yang lancung, itu akan menjadi pekerjaan besar bagi bangsa ini untuk membersihkan peradilan dari hakim-hakim nakal.

Pembebasan bersyarat bagi Hartati Murdaya dan vonis ringan untuk Ratu Atut tentu menjadi musibah besar. Setiap pembebasan koruptor, pasti akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi. Semestinya para hakim peradilan korupsi itu sadar bahwa kejahatan korupsi adalah bentuk pengkhianatan yang amat nyata terhadap bangsa ini. Koruptor adalah pihak yang tidak menghormati, bahkan melecehkan hukum. Untuk pihak-pihak yang tidak taat hukum ini, semestinya hakim bisa mengambil garis tegas, bahwa terpidana korupsi itu tidak memenuhi syarat untuk dibela.

Putusan-putusan janggal terhadap koruptor itu menjadi gambaran peradilan yang sakit. Wajar pula jika kemudian publik curiga, dan mendorong pihak-pihak yang terkait untuk menginvestigasi. Karena jika sekadar mencuri ayam saja, seseorang bisa diadili, dipenjara, dan bahkan dihakimi massa, mengapa koruptor yang merampok uang rakyat, justru dibebaskan. Ketidakadilan ini, jelas akan semakin meruntuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum. Dan ketidakpercayaan itu, sungguh bencana besar bagi sebuah negara hukum.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

Smartorial

Rate this article

0

Log in