Home | Jurnal Medan | Benih Unggul Langka, Produksi Kacang Tanah Sumut Merosot

Benih Unggul Langka, Produksi Kacang Tanah Sumut Merosot

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Pertanian (Distan) Sumut mengaku kesulitan mencari benih (bibit) unggul tanaman kacang tanah, akibatnya banyak petani kemudian beralih menanam jenis tanaman lainnya karena hasil panennya kurang memuaskan. Tingkat produkfitas tanaman jenis ini pun terus merosot, kemudian melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Program Dinas Pertanian Sumut, Lusiantini mengatakan, saat ini kacang tanah Sumatera Utara yang dapat diunggulkan hanyalah kacang siobuk dari Tapanuli. Sedangkan untuk kacang tanah lainnya, kualitasnya terus berkurang sehingga tidak dapat dijadikan tanaman unggulan. Selain kualitas bibit, penurunan produksi kacang tanah juga diakibatkan oleh pergeseran tanam. Menurut Lusiantini, hingga Mei 2014, produksi kacang tanah baru mencapai 3.170 ton.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Sumut, Dwi Prawoto mengatakan pihaknya memperkirakan produksi kacang tanah akan berkurang sekitar 1.200 ton dibandingkan tahun 2013 lalu yaitu dari 11.300 ton pada tahun lalu menjadi 10 ribu ton pada tahun 2014 ini. Sementara untuk produksi kacang hijau, Dwi Prawoto memperkirakan produksinya justru akan meningkat sekitar 503 ton seiring dengan meningkatnya luas panen sekitar 20 persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in